Musim Durian Tiba, Ribuan Butir Ludes Diserbu Pembeli Setiap Hari

Reporter : Ragil S
Lapak durian di Pemalang

PEMALANG - Musim durian kembali membawa aroma khas yang menggoda. Ribuan butir buah berduri tampak memenuhi lapak penjualan durian di perempatan lampu merah Sirandu, Pemalang Kota. Namun, satu per satu mulai berpindah tangan setelah diserbu para pembeli. Tak hanya datang untuk melihat-lihat, banyak warga yang akhirnya pulang membawa durian pilihan.

Suasana lapak durian milik Karim (45) mendadak berubah menjadi magnet bagi para pencinta buah berduri. Tumpukan durian dengan berbagai ukuran dan warna kulit memenuhi lapak miliknya, menciptakan pemandangan yang sekaligus menggoda mata dan hidung.

Baca juga: Parkiran Motor Meluber Tutup Trotoar di Pemalang, Dishub Diminta Lebih Serius

Sejak musim durian tiba pada pertengahan Agustus lalu, pembeli silih berganti berdatangan.

Ada yang sengaja mencari durian untuk dinikmati bersama keluarga, ada pula yang datang karena penasaran dengan kualitas buah yang sedang musim.

Ribuan butir durian yang tersedia pun disebut cepat terserap pembeli. Aroma durian yang khas seolah menjadi "iklan gratis" yang membuat warga sulit hanya sekadar lewat.

Fina (24), salah seorang pembeli, mengaku awalnya penasaran saat melintas di traffic light Sirandu. Sebab, setiap hari tempat tersebut selalu ramai dikerumuni orang hingga ke jalan raya.

Baca juga: Mengaku Gabut, Anak SD di Pemalang Sulap Replika Keranda Bekas Karnaval Jadi Hiburan

"Awalnya penasaran dengan lapak durian ini. Setelah mendekat, akhirnya saya ikut juga membeli durian di sini. Murah, ya, sekitar Rp20 ribu-Rp70 ribu harganya per butir dan dijamin manis oleh penjualnya," tuturnya, pada Jum'at (4/9).

Musim durian menjadi momen yang selalu ditunggu. Jika sudah musim durian, rasanya ada yang kurang kalau belum makan. Apalagi kalau dapat yang dagingnya tebal, manis, dan legit.

Ramainya pembeli juga menjadi berkah tersendiri bagi pedagang. Tingginya minat masyarakat membuat stok durian terus bergerak, sementara pembeli harus sigap agar tidak kehabisan buah pilihan.

Baca juga: Nyentrik! Sugiarto Daftar Calon Kades Padek Naik Sepeda Ontel, Tanpa Iring-iringan Ratusan Pendukung

"Dua hari sekali saya datangkan ribuan butir durian dari beberapa tempat untuk mengisi lapak durian di Sirandu ini," tukas Karim, pemilik lapak durian Sirandu.

Musim durian memang selalu punya cara sendiri untuk mengumpulkan orang. Dari sekadar mencium aroma, kemudian berhenti, memilih, mencicipi, hingga akhirnya membawa pulang beberapa buah. Bagi para pencinta durian, ketika musimnya tiba, kalimat "cuma lihat-lihat" sering kali berakhir dengan satu kantong penuh durian. 

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru