TIKTA.id, Surabaya - Penggagas Forum Pencinta Masjid (FPM) Kota Surabaya Iwan Setiono mengatakan, dibentuknya FPM diproyeksikan menjadi underbouw DMI Surabaya.
Ia menegaskan, FPM kota Surabaya sudah dirancang sejak tiga minggu yang lalu dan sudah diketahui Ketua DMI Kota Surabaya Arif Affandi.
Baca Juga: DPRD Surabaya Nilai Kepemimpinan Eri–Armuji Masih Sisakan Rapor Merah
"Kita sudah ijin ke ketua dan ketua sudah menyetujui, kita akan deklarasi tingkat kota. Deklarasi akan kita adakan dalam waktu dekat dan kita harus gercep (gerak cepat)," ujar Iwan, Sabtu (25/5).
Iwan memaparkan, sebagai sayap DMI Kota Surabaya, fungsi FPM nantinya sebagai perpanjangan tangan dalam menjalin komunikasi dan kerjasama dengan stakeholder lain, seperti pemerintah dan swasta.
Baca Juga: Hakordia, Lurah Tanah Kali Kedinding Ajak Warga Bangun Budaya Jujur Sejak Dini
"Arahnya untuk membangun komunikasi antar lembaga, baik itu dengan pemkot dan perusahaan swasta. Selama ini pembiayaan kami masih swadaya dan mandiri dan belum dapat hibah sama sekali dari pemerintah," urainya.
Dikatakan, gagasan membentuk FPM dilatarbelakangi keresahan pengurus DMI Kota Surabaya dalam memakmurkan dan mensejahterahkan masjid juga jamaahnya.
Baca Juga: Suara Warga Jadi Prioritas: Lurah Simomulyo Baru Pembangunan Dakel Sesuai Kesepakatan
Apalagi, beber Iwan, Pemerintah Kota Surabaya belum siap menyediakan anggaran khusus untuk pengelolaan masjid-masjid itu.
"Ini juga menjawab keresahan di kami di DMI Surabaya. Kami ini kurang diperhatikan oleh pemkot, selain kantor sekretariatnya tidak ada, bahkan beberapa alokasi anggaran atau hibah dari APBD untuk DMI tidak ada sama sekali," ungkap Iwan.
Editor : Redaksi