Pegiat Budaya: Warga yang Tinggal di Kawasan Kota Lama Surabaya Harus Bangga

Nanang Purwono (foto tikta.id)
Nanang Purwono (foto tikta.id)

Tikta.id - Nanang Purwono, pegiat dan aktivis budaya dan sejarah dari komunitas Puri Aksara Rajapatni Surabaya menegaskan, warga yang bertempat tinggal di kawasan kota lama Surabaya harus bangga. 

Sebab, kawasan kota lama Surabaya dahulu kala merupakan ibukota wilayah Pantai Utara Jawa bagian Timur (Java’s van den Oosthoek), yang kepala dareahnya disebut Gezaghebber.

Baca Juga: Tak Dipungkiri, Ini Dia Deretan Perubahan Sikap Mantan yang Bikin Air Mata Meleleh

Pun Kota Surabaya (Stad van Sourabaya) punya pengaruh luas hingga di luar batas tembok kota. 

Hal itu disampaikan Nanang disela-sela kegiatan edukasi Kepada masyarakat tentang sejarah kampung kota lama di Jalan Glatik dan Mliwis, beberapa waktu lalu.

“Warga harus tau tentang kampungnya. Warga harus bangga dengan lingkungannya, dimana dulu pernah menjadi ibukota wilayah Pantai Utara Jawa Bagian Timur setelah Mataram menyerkan Surabaya kepada VOC pada 1743," jelas Nanang.

Nanang memaparkan, saat itu, Kota Surabaya merupakan kota bertembok, kota yang pernah dikelilingi tembok. Luasnya pun hanya empat hektar.

“Stad van Surabaya adalah kota bertembok. Wilayahnya yang hanya seluas empat hektar ini pernah dibatasi oleh tembok, seperti yang terlihat pada gambar di belakang saya," Nanang sambil menunjukkan gambar peta kota Surabaya pada spanduk acara.

Nanang menjelaskan, di era VOC dan seterusnya, nama nama jalan yang membelah kota menunjukkan adanya infrastruktur kota. 

Struktur kota Surabaya, urai Nanang seperti halnya struktur kota di Eropa, mengusung konsep kota untuk Surabaya sebagai kota administrasi.

Baca Juga: Soal Proyek Water Front City Surabaya, Ini Kata PII Jatim

"Karenanya hingga masa Pemerintahan Hindia Belanda, pasca VOC, Surabaya menjadi pusat perkantoran industri perkebunan. Banyak dibuka kantor kantor perbankan dan asuransi pada pertengahan abad 19." terang Nanang.

Menurut Nanang, pemahaman sejarah tidak hanya memperkaya pengetahuan warga, selebihnya mereka didorong menjadi duta yang efektif dalam mempromosikan kawasan ini. 

"Dengan mengetahui sejarah, warga bisa bercerita kepada pengunjung, sehingga wisata sejarah Surabaya bisa sejajar dengan Semarang dan Jakarta," tambahnya. 

Ricky Sutiono, Ketua RT 3/RW 10, Kelurahan Krembangan Selatan, juga mengimbau masyarakat turut berpartisipasi saat launching wisata kota lama Surabaya. 

Baca Juga: Wanita, Hindari Sikap Ini Kepada Pasangan Hidupmu Agar Tak Berujung Penyesalan di Belakang Hari 

Pun berharap masyarakat dapat memberikan informasi sejarah terkait kota lama Surabaya. 

"Saat acara peluncuran, warga akan berkumpul dan diharapkan dapat memberikan informasi sejarah kepada pengunjung. Kami fokus agar warung-warung sekitar bisa merasakan manfaat dari revitalisasi ini," ujarnya.

Ricky juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan untuk meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

"Masyarakat yang datang ke Kota Lama diharapkan menjaga kebersihan dan keamanan, sehingga kesejahteraan warga setempat dapat meningkat," tambahnya.

Editor : Redaksi