SURABAYA - Halo, Sobat Tikta! Pernahkah kamu merasa bahwa tidak peduli seberapa banyak yang sudah kamu capai atau miliki, tetap saja ada keinginan untuk lebih?
Kita sering terjebak dalam perasaan “tidak cukup” entah itu dalam hal materi, pencapaian, atau bahkan pengakuan dari orang lain. Kenapa ini bisa terjadi, dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, kita bahas.
Baca Juga: Tampil Keren Tapi Kosong? Ini Bahaya Gengsi Buat Remaja
1. Rasa Tidak Pernah Cukup Itu Wajar, Tapi…
Sebagai manusia, kita selalu ingin berkembang dan mencapai sesuatu yang lebih baik. Itu hal yang wajar dan bisa menjadi motivasi. Namun, jika perasaan ini berubah menjadi ketidakpuasan yang terus-menerus, bisa jadi ada sesuatu yang salah.
2. Penyebab Kita Tidak Pernah Merasa Cukup
Beberapa faktor yang membuat kita selalu merasa kurang adalah:
- Standar sosial yang terus meningkat
- Di era media sosial, kita mudah membandingkan diri dengan orang lain yang terlihat lebih sukses atau bahagia.
- Kebiasaan fokus pada yang belum dimiliki
- Alih-alih menghargai apa yang ada, kita lebih sering terpaku pada apa yang masih kurang.
Baca Juga: Gengsi dan Ambisi Duniawi: Ketika Manusia Terjebak dalam Kesombongan
- Mengejar validasi dari orang lain
- Jika kebahagiaan kita bergantung pada pengakuan orang lain, kita akan terus merasa kurang, tidak peduli seberapa banyak yang sudah dicapai.
3. Bagaimana Cara Merasa Cukup?
- Latih rasa syukur setiap hari
- Fokus pada apa yang sudah kamu miliki, bukan hanya pada yang belum tercapai.
Baca Juga: Hidup Bukan Soal Gengsi, Tapi Peka Terhadap Persoalan Sosial, Ini 8 Tips Agar Hidup Bermanfaat
- Kurangi membandingkan diri dengan orang lain
- Setiap orang punya perjalanan hidupnya sendiri, dan apa yang terlihat di luar belum tentu mencerminkan kenyataan sebenarnya.
- Tentukan sendiri arti kesuksesan dan kebahagiaanmu
- Jangan biarkan standar orang lain menentukan seberapa cukup atau berharganya dirimu.
Catatan: Rasa tidak pernah cukup bisa menjadi motivasi untuk berkembang, tetapi jika berlebihan, justru bisa membuat kita lelah dan kehilangan makna hidup. Daripada terus mengejar sesuatu yang tak ada habisnya, cobalah berhenti sejenak dan sadari bahwa mungkin, yang kamu cari selama ini sudah ada di depan mata.
Editor : Redaksi