PEMALANG - Selembar surat edaran yang dikeluarkan oleh salah satu lurah di Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mendadak viral. Pasalnya, surat itu berisi permintaan bingkisan jelang Lebaran kepada para pengusaha yang ada di daerah setempat.
Meski viral di jagat sosial dan aplikasi perpesanan WhatsApp sejak Rabu (23/2) malam kemarin, surat itu dikeluarkan pada Rabu (23/2).
Baca Juga: Minggu Pertama Bulan Ramadan di Pemalang Mulai Marak Lapak Penukaran Uang Baru
Permintaan bingkisan ditujukan kepada pengusaha dan pelaku usaha di wilayah Kelurahan Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang. Adapun bingkisan Lebaran yang diminta secara sukarela tersebut akan diberikan kepada 27 pegawai kelurahan dan 17 pengurus PKK.
Dalam surat bantuan pemberian bingkisan yang beredar tersebut ditandatangani pula oleh Lurah Mulyoharjo bernama Sigit Dwi Pamungkas, serta berstempel resmi Kelurahan Mulyoharjo.
Saat dikonfirmasi, Lurah Mulyoharjo Sigit mengakui telah membuat surat tersebut, akan tetapi ditujukan bukan ke para pengusaha atau pelaku usaha di wilayahnya.
"Surat tertanggal 23 Februari kemarin berisi pengajuan bantuan kepada Baznas, bukan kepada para pelaku usaha atau pengusaha lainnya. Kemarin tanggal 25 Februari 2026 kami telah menariknya kembali," jelasnya pada Kamis (26/2).
Saat ditemui wartawan, bahkan dirinya menunjukkan surat pernyataan yang berisi permintaan maaf karena sempat menjadi ketidaknyamanan publik. Berikut isi surat pernyataan Sigit:
Kami ingin menyampaikan klarifikasi terkait surat yang saat ini sedang ramai diperbincangkan mengenai permintaan bingkisan Lebaran kepada BAZNAS.
Baca Juga: Sarang Tawon Vespa Raksasa Nempel di Atap Rumah Warga, Petugas Damkar Kesulitan Musnahkan
Perlu kami jelaskan bahwa surat tersebut bukan ditujukan kepada masyarakat. Surat itu merupakan bagian dari komunikasi internal kelembagaan. Namun karena sudah beredar luas dan menimbulkan berbagai persepsi, maka surat tersebut sudah kami tarik kembali.
Kami tegaskan, tidak ada permintaan bingkisan ataupun bantuan kepada masyarakat. Kami memahami betul bahwa tugas kami adalah melayani, bukan membebani.
Jika dalam proses administrasi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan atau kesalahpahaman, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya dan ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar ke depan lebih hati-hati dan bijak dalam setiap komunikasi.
Terima kasih atas perhatian dan masukan dari seluruh masyarakat. Mari kita tetap menjaga suasana yang kondusif dan saling mendukung dalam semangat kebersamaan.
Baca Juga: Muncul Lautan Manusia pada Tradisi Ngabuburit Talang Kendaldoyong Pemalang
Terpisah, Camat Pemalang Prasetyo saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya tidak membantah adanya surat dari salah satu kelurahan di wilayahnya.
Pihaknya sudah meminta agar surat tersebut ditarik dari peredaran.
"Sudah kami minta surat itu untuk ditarik kembali," jawabnya singkat.
Editor : Redaksi