SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan Shodiqin, sebagai Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Jumat (29/5.
Usai dikukuhkan, Shodiqin menyatakan siap menjalankan program strategis BKKBN Jatim bersama seluruh jajaran.
Baca Juga: Hari Posyandu Nasional, Khofifah Paparkan Visi Transformasi 6 SPM di Malaysia
Ia menegaskan program keluarga berencana (KB) bukan membatasi jumlah anak, melainkan mengatur jarak kelahiran untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).
“KB itu bukan membatasi jumlah anak, tetapi mengatur jarak kelahiran. Dengan pengaturan jarak kelahiran yang baik, maka risiko AKI dan AKB bisa ditekan,” katanya.
Shodiqin mengatakan BKKBN tak hanya menangani program KB, tetapi juga kependudukan dan pembangunan keluarga.
Oleh sebab itu, pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi dan lembaga masyarakat di Jawa Timur.
Baca Juga: Khofifah Beberkan Tantangan Pembangunan Gizi Jatim di Tengah Tren Penurunan Stunting
Sebagai langkah awal, BKKBN Jatim akan melakukan roadshow dan koordinasi dengan dinas terkait di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota guna memperkuat program yang sudah berjalan.
Ia juga memaparkan capaian indikator kependudukan Jawa Timur yang dinilai cukup baik. Total Fertility Rate (TFR) Jatim berada di angka 1,9 atau di bawah target nasional 2,1.
Selain itu, prevalensi stunting di Jawa Timur tercatat 14,7 persen dan menjadi terendah kedua nasional setelah Bali. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menjaga tren penurunan tersebut agar tidak kembali meningkat.
Baca Juga: Peringati Hari Gizi Nasional 2026, Khofifah Tegaskan Komitmen Perkuat Pembangunan Gizi Jatim
Shodiqin turut menyoroti tingginya angka pernikahan dini di sejumlah daerah di Jawa Timur. Menurutnya, faktor budaya masih menjadi salah satu penyebab utama.
“Di daerah tertentu memang masih ada kultur budaya yang memengaruhi tingginya pernikahan dini. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” katanya.
Editor : Redaksi