Buntut Harga Ikan di Jatim Anjlok hingga Rp 4.000, Ini Seruan Ketua DPD RI

LaNyalla Mattalitti
LaNyalla Mattalitti

JEMBER,Tikta.id - Sejak dua bulan terakhir, nelayan di Pelabuhan Muncar, Banyuwangi mengeluhkan harga iklan yang anjlok hingga Rp 4.000 per kilogram. Hal ini disebabkan kondisi panen raya ikan di Muncar. Menanggapi keluhan tersebut, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti yang sedang kunjungan kerja ke Jatim memberikan dua solusi penting, untuk jangka pendek dan jangka panjang.

Untuk jangka pendek LaNyalla meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam Dinas Kelautan dan Perikanan memperbanyak cold storage. Sedangkan untuk jangka panjang, perlu menambah peluang ekspor produk olahan ikan.

Baca Juga: Coblos Calon DPD RI Lain, LaNyalla Blak-blakan Beri Jawaban Begini

"Jalan keluar sementara dengan cold storage, tetapi tidak bisa berlama-lama juga. Sesegera mungkin menambah market ekspor baik ikan mentah maupun produk olahan ikan," ujar LaNyalla, Kamis (11/1).

Menurut LaNyalla, panen raya ikan tidak dapat dielakkan dan kondisi tersebut akan berulang, sehingga jika dibiarkan nelayan akan mengalami kasus yang serupa terus menerus. Dampaknya tentu dapat mengganggu perekonomian nelayan dan masyarakat pesisir. 

"Bagaimana caranya agar panen raya yang selama ini berdampak penurunan pendapatan nelayan, diubah menjadi peningkatan ekonomi para nelayan, ini yang harus dipikirkan," kata LaNyalla.

Baca Juga: Jabatan Gubernur Berakhirnya, LaNyalla Sebut Masih Ada PR di Jatim, Apa Itu? 

Oleh karena itu, LaNyalla menilai langkah yang lebih bagus dilakukan adalah menumbuhkan industri pengolahan ikan, industri pangan berbahan dasar ikan dan juga industri rumahan pengolahan ikan yang khusus menampung panen ikan.

"Pemerintah harus hadir di situ. Beri insentif. Kemudahan dan skema-skema lain, termasuk pembiayaan perbankan. Juga pelatihan industri olah Ikan skala rumahan.

Baca Juga: Bertemu LaNyalla Asosiasi Real Estate Bicara Maraknya Kavling Ilegal

Sehingga para istri nelayan bisa diberi pelatihan tersebut. Libatkan semua stakeholder, mulai dari pemerintah, dinas terkait, hingga pengusaha di KADIN,” beber ketua dewan penasehat KADIN Jatim itu. 

Selanjutnya, kata LaNyalla, setelah industrinya memadai, harus disiapkan pasar yang cukup keluar Jatim, antar provinsi, dan serius menambah peluang ekspor produk olahan ikan bekerjasama dengan BUMN dan Kedutaan-Kedutaan kita di mancanegara.

Editor : Redaksi