JAKARTA - Dibawah terik matahari siang yang menyengat dan udara panas yang tak menyurutkan langkah, ribuan keluarga memadati area Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang untuk mengikuti layanan kunjungan Hari Raya Idulfitri 1447 H, Minggu (22/3).
Wajah-wajah penuh harap, peluh yang menetes, dan pelukan hangat di ruang kunjungan menjadi gambaran kuat betapa momen ini begitu berarti bagi keluarga yang terpisah jarak dan waktu.
Baca Juga: Berbasis Merit dan Integritas, Puluhan Pegawai Lapas Cipinang Terima Kenaikan Pangkat
Selama dua hari pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan terkendali. Pengaturan alur kunjungan dilakukan secara sistematis guna memastikan ribuan pengunjung tetap terlayani dengan baik meski di tengah lonjakan jumlah masyarakat yang hadir.
Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, meninjau langsung pelaksanaan kunjungan pada Minggu (22/3).
Ia memastikan seluruh sistem berjalan optimal dengan mengerahkan penuh jajaran petugas tanpa cuti selama momentum hari raya.
Baca Juga: Ramadan 1447 H Dimulai, Lapas Cipinang Perkuat Spiritualitas dan Stabilitas Kamtib
“Kami memahami betapa pentingnya momen Idulfitri bagi keluarga. Karena itu, seluruh personel kami siagakan penuh. Alhamdulillah, meski dalam kondisi cuaca yang cukup ekstrem, layanan tetap berjalan aman dan tertib. Ini komitmen kami menghadirkan pelayanan prima yang tetap humanis,” ujarnya.
Kepala Bidang Pembinaan, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa pembagian sesi kunjungan, pengaturan antrean, serta pemeriksaan administrasi dan barang bawaan dilakukan secara berlapis untuk menghindari kepadatan.
“Kami mengatur kunjungan dalam beberapa sesi agar tidak terjadi penumpukan. Prinsipnya jelas, keamanan tetap prioritas, namun suasana kekeluargaan tetap kami jaga,” jelasnya.
Baca Juga: Isra' Mikraj Jadi Ruang Refleksi, Lapas Cipinang Dorong Perubahan Batin Warga Binaan
Di tengah panas yang menyengat, Wawan Irawan datang bersama 12 anggota keluarganya. Mereka rela menunggu demi bisa bersilaturahmi dan memberikan semangat kepada salah satu anggota keluarga yang sedang menjalani pembinaan.
“Panas sekali, tapi kami ikhlas. Kami ingin anak kami tahu bahwa keluarga tetap mendukungnya. Prosesnya tertib dan petugas melayani dengan baik, jadi kami merasa nyaman,” ungkap Wawan
Editor : Redaksi