PEMALANG - Pemandangan menggemaskan sekaligus menyentuh hati mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis Dzikir Nurul Anwari, Kampung Mengoneng, Kelurahan Bojongbata, Pemalang.
Di tengah lantunan Sholawat yang menggema, seorang bocah cilik tampak duduk anteng di pangkuan ibunya tanpa rewel sedikit pun, ikut larut dalam kekhusyukan acara hingga selesai.
Baca Juga: Cari Suasana Adem, Belasan Pelajar di Pemalang Malah Kena Skakmat Petugas Satpol PP
Suasana khidmat begitu terasa saat ratusan warga memadati lokasi acara. Gema Sholawat dan untaian doa terus mengalir dari para jemaah yang hadir. Namun, perhatian beberapa warga sempat tertuju pada momen hangat seorang ibu bernama Arum yang memeluk erat buah hatinya di tengah kerumunan.
"Meski kondisi tempat acara cukup ramai dan dipadati warga, anak saya sama sekali tidak rewel atau merengek minta pulang. Ia justru terlihat tenang, sesekali matanya mengerjap memperhatikan panggung dan jemaah lain yang sedang melantunkan pujian-pujian Islami," tuturnya sambil tersenyum.
Menurut Pengasuh Majelis Dzikir Nurul Anwari, Ustadz Munasir, kehadiran anak-anak di acara keagamaan seperti ini menjadi bukti nyata bagaimana nilai-nilai religius dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW mulai dikenalkan sejak dini oleh para orang tua di Kelurahan Bojongbata.
"Momentum ini tidak hanya menjadi wadah ibadah bagi orang dewasa, tetapi juga ruang pengenalan tradisi Islam yang ramah bagi generasi penerus," ujarnya pada Sabtu malam (29/8).
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Sholawat Diba' dan zikir bersama yang menggema di ruang utama majelis sejak Sabtu malam. Suasana khusyuk menyelimuti para jemaah yang larut dalam lantunan pujian kepada Nabi Agung umat Islam tersebut. Peringatan tahun ini sengaja mengusung tema "Penguatan Karakter Berbasis Akhlakul Karimah di Era Modern".
Baca Juga: Warga Keluhkan Motor Bertangki Modifikasi Antre BBM Subsidi di SPBU Pemalang
Pengasuh Majelis Dzikir Miftahun Nuurul Anwaari, Ustadz Munasir, dalam ceramahnya menyampaikan bahwa memperingati kelahiran Nabi tidak boleh sebatas seremonial semata.
Dirinya menegaskan bahwa esensi utama dari Maulid adalah menghidupkan kembali sunah-sunah Nabi dalam tindakan nyata.
"Mencontoh kehidupan Rasulullah SAW itu harus dimulai dari hal-hal kecil di rumah kita. Bagaimana beliau tersenyum kepada tetangga, jujur dalam berdagang, bersabar saat menghadapi ujian, hingga cara beliau memperlakukan keluarga dengan penuh kasih sayang," tuturnya.
Baca Juga: Maulid Nabi: Lanud SKI Mantapkan Tekad Bersama Rakyat TNI Prima dan Kuat
Terpisah, Kepala Kelurahan Bojongbata Mirza Agus Faishal menyambut baik digelarnya acara tahunan bagi kalangan umat Muslim tersebut. Ia menyebut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan agenda yang harus terus dijaga, terutama sebagai Uswatun Hasanah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Kampung Mengoneng setiap tahunnya. Hal ini di samping sebagai ajang silaturahmi warga, juga sebagai wahana thalabul ilmi, mencontoh kehidupan Rasulullah dalam praktik nyata kehidupan bermasyarakat," ungkapnya.
Acara Maulid Nabi ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberkahan umat yang dipimpin langsung oleh sesepuh majelis. Setelah doa penutup, para jemaah saling bersalaman dan menikmati hidangan berkah Maulid sebagai simbol mempererat tali silaturahmi antarsesama umat Muslim.
Editor : Redaksi