SURABAYA – Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Komunitas Kepemudaan yang disebut Gembbira (Generasi Muda Berbudaya Berani Bersuara) menggelar kopi darat untuk berdiskusi santai terkait perkembangan situasi ekonomi kedepan yang harmonis.
Kegiatan tersebut bertemakan "Mengaktualisasikan Marhaenisme dan Trisakti Bung Karno melalui Kreativitas, Inovasi, dan Idealisme Pemuda".
Baca Juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, Rutan Surabaya Perkuat Semangat Pengabdian dan Integritas
Koordinator Gembbira Saqib Abdurrahman menjelaskan bahwa nama dari komunitas tersebut diambil dari lagi berjudul Bersuka Ria yang saat itu dinyanyikan oleh Bung Karno.
"Jadi nama Gembbira ini, kita mengambil dari salah satu makna lagu yang pernah dinyanyikan oleh Bung Karno berjudul Bersuka Ria. Bahwasanya mari kita bergembira, tetap sukaria bersama," katanya, Rabu (28/10) malam
Tetapi bergembira disini ini akhirnya kita jadikan sebagai akronim Generasi Muda Berbudaya, Berani Bersuara. Jadi, jangan sampai anak muda hari ini itu tidak berbudaya. Karena banyak sekali kita sudah melihat kekurangannya," imbuhnya.
Sedangkan terkait krisis moralitas yang kini sering terjadi, menurut Saqib, entah di pemudanya sendiri ataupun di pemimpin-pemimpin bangsa ini yang perlu berkaca diri. Namun menurutnya hal itu perlu dilakukan mawas diri untuk tetap membangun peradaban yang lebih baik lagi.
"Ya, itu yang harus kita hadapi bersama dan itu yang pertama. Kedua, perekonomian di Surabaya itu harus dibangun secara gotong royong. Karena anak-anak muda Surabaya hari ini ada yang mau jadi UMKM, guru dan sebagainya. Tapi kekurangan akses dan jaringan, kemudian akses permodalan itu juga harus ditemukan solusi bersama," ungkapnya.
Menurut Saqib, dalam kondisi seperti ini yang harus dilakukan adalah tetap bergandengan tangan dan saling bantu-membantu secara gotong royong. Sedangkan gembira bukan lagi soal membahas soal ideologi, membahas soal teori-teori marhaenisme dan sebagainya.
"Tetapi bagaimana kita harus mengaktualisasikan marhaenisme itu ke dalam gerakan-gerakan nyata. Itu yang kita dirikan dengan konsep bergembira ini," ucapnya.
Baca Juga: Tidar Jatim Bagikan Buku dan Makanan Bergizi Sasar Kampung Stren kali Jagir Surabaya
Lebih jauh Saqib memaparkan terkait pandangan Komunitas Kepemudaan yang disebut Gembbira, bahwa Gembbira ini tidak hanya berfokus pada soal Gen Z saja, karena bagaimanapun juga Gen Z itu punya caranya sendiri-sendiri.
"Tetapi kita merangkul anak-anak muda yang masih ingin memiliki cita-cita besar. Ayo kita sama-sama cari solusi bersama-sama yang positif. Dengan cara kita berdiskusi dan kemudian aktualisasi. Entah caranya nanti mungkin kita urunan untuk membuat sebuah UMKM, kemudian kita carikan akses permodalan," jelasnya.
"Intinya kita hari ini berkumpul untuk mencoba bergerak. Itu tidak hanya dari atas tapi dari bawah. Karena sebetulnya sejatinya Indonesia ini lahir dari gerakan bawah dan bukan dari atas," imbuhnya.
Sementara itu, dalam acara diskusi ini dihadiri juga oleh Budi Leksono, selaku Anggota Komisi DPRD Surabaya. Dirinya mengapresiasi pemuda-pemudi yang selalu memiliki kepedulian terhadap kondisi ekonomi bangsa dan negara.
"Ya, kalau saya itu mengamini apa yang ada dalam tema ini yang bertepatan dengan momen Sumpah Pemuda dengan ngobrol gembira. Sebetulnya saya hanya mengisi, memberikan motivasi buat para pemuda-pemudi yang sedang berdiskusi ini," katanya.
Baca Juga: Sumpah Pemuda Momentum Bagi Generasi Z Surabaya untuk Berani Berinovasi
Menurutnya, dengan tema tersebut mengajak para generasi muda untuk tidak hanya mengenang pemikiran Bung Karno, tetapi juga mewujudkannya dalam tindakan nyata. Marhaenisme mengajarkan kita untuk berpihak kepada rakyat kecil dan memperjuangkan keadilan sosial.
"Sedangkan Trisakti mengingatkan kita agar bangsa ini berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan," tegas Budi Leksono yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Surabaya.
Di sinilah peran pemuda dibutuhkan agar berani berpikir kreatif, mampu menciptakan inovasi, dan tetap teguh memegang idealisme. Sebab, pemuda bukan hanya pewaris masa depan, tetapi juga penentu arah bangsa.
"Jangan hanya menjadi penonton perubahan, jadilah pelopor perubahan! Wujudkan semangat Bung Karno melalui karya, keberanian, dan keberpihakan kepada rakyat demi Indonesia yang mandiri, adil, dan bermartabat," pungkas Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya.
Editor : Redaksi