SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, mendukung gagasan Ketua Komisi C DPRD Jatim, Adam Rusdi, bahwa penanganan banjir di Surabaya dan Sidoarjo harus dilakukan secara menyeluruh, bukan parsial.
Fathoni menegaskan, kedua daerah tersebut merupakan wilayah kantong yang terdampak serius ketika terjadi hujan lebat di Jawa Timur yang diperparah dengan pasangnya air laut.
Baca juga: Masalah Sampah hingga Jukir Jadi Catatan Ketua Komisi A DPRD Surabaya di HJKS 733
"Kami sependapat dengan gagasan Mas Adam Rusdi bahwa penanganan banjir di Surabaya dan Sidoarjo ini tidak bisa parsial, karena kedua wilayah ini daerah kantong. Ketika se-Jawa Timur hujan deras, ditambah dengan air laut pasang, tentu akan membuat air meluber ke wilayah Surabaya dan Sidoarjo," ujar Fathoni, Sabtu (29/12).
Ia mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera berkoordinasi dengan Bupati Sidoarjo dan Wali Kota Surabaya untuk membahas penanganan banjir secara komprehensif. Menurutnya, pendekatan ini harus melibatkan solusi dari hulu ke hilir agar Surabaya dan Sidoarjo tidak menjadi wilayah akhir aliran air.
Baca juga: Sambut HJKS ke-733, Kejuaraan Atletik Piala Wali Kota Surabaya Diikuti Pelajar Se-Jawa Timur
Fathoni mencontohkan kejadian pada Selasa lalu, ketika curah hujan tinggi di seluruh Jawa Timur.
"Otomatis air kiriman dari dataran tinggi yang masuk ke sungai di Surabaya dan Sidoarjo berbenturan dengan air laut yang sedang pasang," jelasnya.
Baca juga: Persoalan DTSEN hingga Guru TPQ Jadi Sorotan Reses Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya
Hal tersebut, lanjut Fathoni, menyebabkan banjir di Surabaya dan Sidoarjo tidak segera surut. "Air meluber ke mana-mana, yang membuat genangan atau banjir di kota Surabaya dan Sidoarjo tak kunjung surut," pungkasnya.
Editor : Redaksi