JOMBANG – Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK MUDISA) di Muhammadiyah Training Center (MTC) Wonosalam Jombang pada 30–31 Agustus 2025 tak hanya menyisakan cerita tentang semangat para peserta didik, tetapi juga menghadirkan kisah unik dari para guru pembina.
Di sela-sela padatnya agenda pembinaan dan pendampingan siswa, beberapa guru justru memanfaatkan suasana alam pegunungan Wonosalam yang asri dengan cara yang tak biasa. Tiga guru pembina, yaitu Bapak Darsono, Saidul Hulam, dan Sultan, terlihat turun langsung ke kebun singkong milik Muhammadiyah Kota Surabaya yang berada di sekitar area MTC.
Baca juga: Musran PR IPM SMK MUDISA, Kawah Candradimuka Lahirnya Pemimpin Muda Muhammadiyah
Dengan penuh semangat, mereka mencangkul tanah, merapikan guludan, hingga mencabut batang singkong yang siap dipanen. Aksi sederhana namun penuh makna itu sontak mengundang perhatian para siswa yang sedang beristirahat. Suasana pun berubah hangat dan penuh tawa, karena jarang sekali para siswa melihat gurunya tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga lihai mengolah tanah di kebun.
“Bagi kami, ini bukan sekadar berkebun, tapi melatih diri untuk selalu dekat dengan alam dan menunjukkan kepada siswa bahwa kepemimpinan juga berarti bisa terjun langsung, tidak malu bekerja, dan memberi teladan dalam kesederhanaan,” ungkap Darsono
Kehangatan itu terasa makin lengkap ketika para guru berinteraksi akrab dengan siswa, menceritakan pengalaman masa kecil mereka yang tak lepas dari dunia pertanian. Saidul Hulam bahkan sempat mengajarkan cara mencabut singkong agar tidak patah di tengah, sebuah kearifan praktis yang jarang ditemui oleh generasi muda perkotaan.
Baca juga: Kaderisasi di Wonosalam: SMK MUDISA Bentuk Pemimpin Muda Berani dan Berempati
Sementara itu, Sultan menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momen berharga karena mampu menghidupkan nilai-nilai gotong royong, kesederhanaan, dan rasa syukur. “Di balik pelatihan kepemimpinan, kita juga ingin siswa belajar arti perjuangan dari tanah dan alam yang memberi kehidupan,” ujarnya.
Momen berkebun di sela kegiatan LDKS ini menjadi kisah unik yang memperkaya perjalanan siswa SMK MUDISA. Mereka tidak hanya dilatih berorganisasi dan berempati, tetapi juga mendapatkan pelajaran nyata tentang kehidupan yang sederhana namun penuh makna.
Baca juga: Pra LDKS SMK MUDISA: Mencetak Pemimpin Muda yang Berani, Disiplin, dan Berakhlak
Keindahan panorama gunung, hawa sejuk Wonosalam, ditambah tawa canda antara guru dan siswa di kebun singkong, menjadikan LDKS tahun ini meninggalkan kesan yang tak terlupakan.
LDKS SMK MUDISA di MTC Wonosalam Jombang akhirnya bukan hanya mencetak kader visioner, tetapi juga melahirkan cerita indah tentang kebersamaan yang menyejukkan hati.
Editor : Redaksi