SURABAYA - Pagi yang cerah di jantung Kota Surabaya menghadirkan suasana yang sarat makna. Di bawah rindangnya pepohonan Taman Bungkul, keluarga besar Yayasan Kemala Bhayangkari Jawa Timur berkumpul dalam sebuah gerakan nyata yang berangkat dari ketulusan.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk menghidupkan kembali salah satu ruang terbuka hijau kebanggaan masyarakat.
Baca juga: Direksi dan Relawan PLN Turun Langsung Pastikan Percepatan Pemulihan Fasilitas Umum di Aceh
Momentum ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 Yayasan Kemala Bhayangkari Tahun 2026. Mengusung tema “Tebar Kebaikan Berbagi Kebahagiaan”, aksi tersebut diarahkan pada pembenahan fasilitas umum serta penguatan ekosistem hijau di kawasan yang selama ini menjadi pusat interaksi warga.
Ketua Pengurus Daerah Yayasan Kemala Bhayangkari Jawa Timur Ny. Dewi Nanang Avianto dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari rasa syukur sekaligus kecintaan mendalam terhadap tanah kelahiran.
"Bahwa keberadaan ruang hijau seperti Taman Bungkul memiliki peran penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat," tutur Ny. Dewi Nanang, pada Jumat (10/4).
Ia menuturkan bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan panggilan moral seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, menghadirkan ruang hijau yang sehat dan nyaman berarti turut menghadirkan kualitas udara yang lebih baik serta ruang sosial yang layak bagi warga.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian terhadap fasilitas publik yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat. Rasa memiliki terhadap Surabaya dan Jawa Timur menjadi landasan kuat bagi yayasan untuk mengambil peran aktif dalam merawat dan menjaga aset bersama tersebut.
Sebagai salah satu taman kota paling ikonik, Taman Bungkul memiliki fungsi vital sebagai ruang rekreasi keluarga, area bermain anak, hingga tempat bersosialisasi warga. Namun, dari hasil peninjauan di lapangan, masih ditemukan sejumlah fasilitas yang memerlukan perhatian serius.
Baca juga: Yenny Wahid dan Senator Lia Istifhama Hadiri Haul ke-16 Gus Dur di Taman Bungkul
Beberapa titik menunjukkan kondisi yang perlu segera diperbaiki, seperti saluran air yang belum tertutup optimal, kabel yang tampak semrawut, serta kerusakan pada ubin dan paving di beberapa area taman. Kondisi ini dinilai berpotensi mengurangi kenyamanan sekaligus membahayakan pengunjung.
Menanggapi hal tersebut, Ny. Dewi Nanang menegaskan komitmen pihaknya untuk melakukan pembenahan. Perbaikan difokuskan pada penataan ulang area duduk yang sudah tidak layak, serta peningkatan aspek keamanan terutama bagi anak-anak yang beraktivitas di taman.
Ia menekankan bahwa langkah sederhana ini diharapkan dapat memantik kesadaran kolektif masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas publik. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan ruang terbuka hijau.
Tidak berhenti pada pembenahan Taman Bungkul, Yayasan Kemala Bhayangkari juga merancang program penghijauan yang lebih luas. Program ini akan dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Jawa Timur melalui jaringan cabang yayasan.
Baca juga: Warga Pondok Benowo Indah Keluhkan Fasilitas Umum dan Pendidikan
Fokus utama dari gerakan ini adalah pemulihan lahan-lahan kritis agar kembali berfungsi secara ekologis. Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas lingkungan, termasuk peningkatan kualitas udara dan keseimbangan ekosistem.
Di akhir kegiatan, Ny. Dewi Nanang menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surabaya dan seluruh pihak terkait atas sinergi yang telah terbangun. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat demi mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menebar kebaikan dalam bentuk apa pun. Menurutnya, dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, akan lahir manfaat besar yang dapat dirasakan oleh generasi mendatang.
Editor : Redaksi