SURABAYA - Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono menyoroti Pasar Tembok Dukuh yang kini tengah direvitalisasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Sebelumnya, Pemkot Surabaya menargetkan 15 pasar yang akan direvitalisasi pada tahun 2026, salah satunya Pasar Tembok Dukuh.
Baca juga: Penataan PKL di Surabaya, DPRD Minta Kebijakan Adil dan Solutif
Revitalisasi tersebut, nantinya menata ulang kapasitas dan penempatan pedagang. Dari sebelumnya sekitar 135 stan yang kurang tertata, kini ditingkatkan menjadi 189 stan setelah perbaikan.
Menurut Buleks sapaan akrabnya, penataan ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi pasar sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi masyarakat.
"Jadi masyarakat langsung bisa melihat dan merasakan bahwa dengan adanya penertiban itu nanti akan dikembalikan fungsi asalnya. Iya," ujarnya pada Rabu (29/4)
Lebih lanjut, Buleks mengingatkan pentingnya skala prioritas dalam penataan pedagang.
"Tetapi yang dalam catatan yang harus kita ingat itu bahwa skala prioritas. Skala prioritas adalah pedagang yang ada di sana dengan konsep yang sudah tertata," imbuhnya.
Selain itu, Ketua Fraksi PDI-Perjuangan tersebut juga menyoroti peran kelurahan, kecamatan, serta PD Pasar dalam proses penataan.
Baca juga: Putusan Inkrah, Pemkot Surabaya Wajib Bayar Rp104 Miliar ke PT Unicomindo
"Keterlibatan kelurahan, kecamatan ataupun dari PD pasar sendiri, itu jangan sampai kecolongan bagi mereka yang sampai dalam satu keluarga itu bisa mendapatkan stand lebih," ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya faktor kenyamanan dan keamanan agar pasar dapat berjalan optimal.
"Jadi pasar ini hidup itu dengan pertama ada tingkat kenyamanan, keamanan. Contoh ada lahan parkir yang memadai," katanya.
Terkait pengawasan, Ia juga menekankan pentingnya sistem pengawasan yang optimal guna mendukung keamanan di area pasar.
Baca juga: Atasi Penumpukan Sampah, Baktiono Setuju Larangan Parkir Gerobak di TPS
"CCTV. Ini harus bisa terpantau juga dengan perputaran yang namanya keamanan," lanjutnya.
Dengan adanya penataan yang lebih baik, diharapkan seluruh fasilitas dan sistem pengawasan dapat berjalan maksimal guna mendukung aktivitas pasar.
"Kalau sudah direvitalisasi, jangan sampai keluhan para pedagang selama ini tetap terjadi, terutama terkait maraknya pasar tumpah. Banyak pedagang yang berjualan di jalan dengan membawa pick-up dan obrok, tanpa menyewa lahan, sehingga menimbulkan persaingan yang tidak sehat," pungkasnya.
Editor : Redaksi