Kanwil Kemenhaj Jabar Gelar Evaluasi Haji 2026 dan Rumuskan Strategi 2027

Reporter : M. Farhan
Kemenhaj Jawa Jabar

BANDUNG - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan evaluasi penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026. Kegiatan berlangsung selama 3 hari, Kamis hingga Sabtu, 9 – 11 Juli 2026 di  Pangandaran, Jawa Barat.

Evaluasi ini menjadi forum untuk mengukur capaian operasional haji tahun ini sekaligus merumuskan langkah perbaikan untuk penyelenggaraan tahun 2027.

Baca juga: Jemaah Haji Indramayu Kloter 21 KJT Wafat di Pesawat, Kemenhaj Jabar Takziah ke Rumah Duka

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat, Boy Hari Novian, mengatakan evaluasi ini tidak hanya bersifat internal.

“Kami melakukan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 ini dimana kami berharap pada kegiatan ini selain mengevaluasi apa yang telah kami lakukan dalam penyelenggaraan operasional haji di 2026, kami juga ingin merumuskan apa yang kita harus tingkatkan untuk pelaksanaan operasional haji di 2027 ini,” ujar Boy, Jum'at (10/7)

Untuk itu, Kanwil mengundang seluruh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah se-Jawa Barat beserta Kasubag TU. “Jadi kita akan bersama-sama mengevaluasi dan juga memberikan masukan saran ide dari seluruh kabupaten kota sehingga kita bisa menyelenggarakan operasional haji di tahun 2027 ini lebih baik lagi,” katanya.

Baca juga: BKKBN Jatim Konsolidasi dan Perkuat Sinergi Bersama OPD KB 38 Kabupaten/Kota

Boy menyebut tantangan penyelenggaraan haji ke depan diprediksi akan semakin kompleks. “Dimana pasti akan ada banyak tantangan-tantangan baru yang akan kita hadapi. Ini juga suatu ajang untuk mempererat persaudaraan dan kekompakan dari teman-teman dari seluruh Kepala Kantor Haji dan Umroh se-Jawa Barat ini,” tambahnya.

Agar evaluasi berjalan komprehensif, Kanwil juga menggandeng berbagai pemangku kepentingan terkait penyelenggaraan haji.

Baca juga: PKB Jatim Rombak Struktur, Gus Halim Siapkan Strategi Khusus Bidik Gen Z dan Kursi Gubernur

“Ya, kami juga mengundang beberapa stakeholder dari Kementerian Imigrasi, kemudian Bea Cukai, kemudian juga dari Dinas Kesehatan Provinsi, dan juga dari BKK. Tak lupa juga kami mengundang dari pihak maskapai, kemudian juga dari pihak Syarikah,” jelas Boy.

“Jadi semua stakeholder yang memang berkepentingan dalam operasional haji 2026 ini, kita undang dan kita sama-sama juga ajak untuk ikut sertakan dalam melakukan evaluasi serta masukan-masukan untuk operasional haji di tahun mendatang,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru