Bamusi Surabaya: Revitalisasi Kawasan Ampel Bisa Edukasi Generasi Milenial Melek Sejarah

Abdul Ghoni Muklash Ni'am, foto Tikta.id
Abdul Ghoni Muklash Ni'am, foto Tikta.id

Surabaya,Tikta.id - Pemkot Surabaya akan melakukan penataan kota lama, salah satunya kawasan wisata religi Sunan Ampel dengan membikin gapura, penataan para pedagang hingga pendirian museum di Langgar (Musala) Gipo.

Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) PDI Pejuangan Surabaya Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am, menyatakan dukungannya terhadap pendirian museum di Langgar Gipo tersebut. 

Baca Juga: Pasar Daging Arimbi Pegirian Mulai Ditata, Fungsi Jalan Dikembalikan

Pasalnya sebut Cak Ghoni panggilan akrab Abdul Ghoni, langgar Gipo memiliki nilai sejarah tinggi dan perlu diketahui oleh kalangan muda, utamanya Milenial dan Gen Z

“Untuk itu kami sangat mendukung langkah Pemkot Surabaya merevitalisasi kawasan kota lama, namun revitalisasi jangan sampai menghilangkan nilai historisnya,” ujar Cak Ghoni Senin (26/2).

Cak menerangkan, di langgar Gipo memang memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi bagi peradaban budaya maupun religi dikawan kota lama Ampel. 

Di situ beber dia, Sekretaris Fraksi PDI Pejuangan Surabaya itu, terdapat bungker yang memiliki nilai historis, tempat berkumpulnya laskar Hasbullah yang melakukan perlawanan terhadap penjajah.

Kendati begitu, Cak Ghoni menekankan revitalisasi kota lama dan kawasan wisata religi Ampel harus tetap menjaga kelestarian sejarah.

Baca Juga: Komisi C Sebut Penertiban Parkir Liar oleh Pemkot Surabaya untuk Tingkatkan PAD

“ Ini diharapkan generasi muda melek akan sejarah, dan menambah literasi maupun literatur wawasan kesejarahan kota Surabaya ditengah gempuran gaya hidup digitalisasi kauk muda saat ini,” tutur Cak Ghoni.

Dirinya kembali mengatakan, kalangan muda saat ini perlu ditingkatkan edukasi betapa pentingnya sejarah, sehingga langkah kedepannya kalangan muda Surabaya tetap bangga terhadap budaya lokal ditengah derasnya arus globalisasi.

“Nah, kami berharap revitalisasi kawasan kota lama tetap tidak menghilangkan jejak historis dari kawasan itu sendiri,” tegasnya.

Selain itu, Cak Ghoni berharap, revitalisasi kawasan kota lama dan wisata religi Ampel juga menjadi sentra ekonomi baru di Kota Pahlawan ini.

Baca Juga: ITS Siapkan Komputer Tablet Khusus Pejabat Pemkot, AH Thony: Ingatkan Soal Kemanan Software

Maka dari itu, penataannya harus dirancang semenarik mungkin agar wisatawan lokal maupun mancanegara, baik kulinernya, budayanya, cinderamatanya.

Dengan begitu, dia meyakini bisa meningkatkan ekonomi baru bagi kota Surabaya.

“Sekali lagi dewan support penuh rencana Walikota Eri Cahyadi yang akan merevitalisasi kota lama Surabaya,” pungkas Abdul Ghoni. 

Editor : Redaksi