Lagi Satpol PP dan DKPP Patroli di Perairan Teluk Lamong

sumber foto: surabaya.go.id
sumber foto: surabaya.go.id

SURABAYA,Tikta.id - Pastikan nelayan tidak menggunakan alat tangkap ikan yang berbahaya bagi ekosistem laut. Satpol PP bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, kembali patroli pengawasan di sepanjang perairan Teluk Lamong

Menurut Kepala Bidang Perikanan, DKPP Kota Surabaya, Amalia Kurniawati patroli juga ingin memberikan edukasi langsung kepada para nelayan tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut. 

Baca Juga: JCC dan Festival Peneleh 2024: Inovasi, Kualitas dan Promosi Kopi Nusantara

Patroli laut dilakukan secara rutin sebulan sekali di sembilan wilayah kawasan pesisir Surabaya, seperti di wilayah Benowo, Asemrowo, Krembangan, Pabean Cantikan, Kenjeran, Mulyorejo, Sukolilo, Rungkut, dan Gunung Anyar. 

"Kami ingin para nelayan memahami bahwa penggunaan alat tangkap yang berbahaya dapat merusak habitat laut dan membahayakan spesies laut. Jika ditemukan nelayan yang menggunakan trawl, kami akan segera melakukan tindakan seperti pendataan dan pembinaan. Jika pelanggaran kembali dilakukan, maka akan ditindaklanjuti oleh TNI AL, Lantamal V, atau Polairud,” katanya mengutip laman Surabaya, pada Jumat (10/5).

Baca Juga: Penuhi Kuota 30 Ribu Sertifikat Halal UMKM, Anas Dorong Pemkot Lakukan Langkah Strategis 

Wakil Komandan Regu Tim Pancanaka Satpol PP Surabaya, Abdul Mubin menjelaskan patroli merupakan kegiatan rutin untuk mengawasi aktivitas nelayan di wilayah perairan Kota Pahlawan.

"Selain patroli di beberapa sungai, kami juga rutin melakukan patroli di wilayah perairan untuk memastikan para nelayan tidak menggunakan alat tangkap yang berbahaya seperti trawl," ujar Mubin.

Baca Juga: Pemutakhiran Data, Diskpendukcapil: Untuk Mengetahui Jumlah Rill Penduduk Kota Surabaya

Dalam patroli ini, Satpol PP dan DKPP Surabaya juga bekerja sama dengan beberapa instansi terkait. Yakni, Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, Lantamal V Surabaya, dan Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud).

"Kami temukan tiga kapal kecil yang sedang berlayar dan mencari ikan di Teluk Lamong. Setelah diperiksa, mereka tidak menggunakan alat tangkap yang berbahaya dan hanya menggunakan jaring dan bubu," jelas Mubin. (*)

Editor : Redaksi