Sebut Kebutuhan Sapi Kurban Meningkat, PPSDS Jatim Ragukan Data Disnak

Ilustrasi sapi kurban
Ilustrasi sapi kurban

TIKTA.id, Surabaya - Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar Jawa Timur (PPSDS Jatim) Muthowif mengatakan, stok sapi potong untuk kebutuhan kurban pada Hari Raya Idul Adha relatif meningkat.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Disnak Jatim ketersediaan sapi siap potong di Jawa Timur mencapai 597.943 ekor. Kendati demikian, Muthowif meragukan data tersebut.

Baca Juga: Raperda RT/RW, Foto Udara Tepi Laut Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim Berbeda 

"Langkah Disnak menyampaikan kondisi stok sapi siap potong tersebut sudah benar, agar masyarakat tidak panik terhadap kondisi harga sapi kurban yang terjadi sekarang." kata Muthowif melalui keterangan, Senin (10/6).

Muthowif memaparkan, keraguan terkait data Disnak Jatim itu lantaran belum ada penjelasan yang lebih kongkrit. Sedangkan jumlah sapi tersebut tidak hanya untuk kebutuhan sapi kurban.

Melainkan, sambung Muthowif merupakan ketersediaan sapi sepanjang 2024 dan untuk suplai sapi nasional (DKI, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan dan Lampung)".

"Kalau pernyataan disnak jatim benar, stok sapi potong di Jawa Timur melampaui kebutuhan. Pertanyaan saya, Kenapa harga sapi potong terus mengalami kenaikan? Seperti yang terjadi menjalang Idul Adha sekarng, harga sapi potong timbang hidup di Jawa Timur mengalami kenaikan harga mencapai Rp75.000,- perkilogram." urai Muthowif.

Menurutnya, harga sapi potong timbang hidup tersebut sangat tinggi, bila dibandingkan dengan harga sapi potong kebutuhan stok daging setiap hari. 

Baca Juga: Komisi C: Penggodokan Raperda RT/RW Nunggu Hasil Evaluasi Gubernur

Bahkan beber dia, harga sapi hidup siap potong kebutuhan harian mencapai harga Rp50.000,- perkilogram.

"Harga sapi siap potong Rp75.000 kg timbang tersebut, dalam satu ekor sapi mengalami kenaikan sekitar Rp4.000.000 sampai dengan Rp4.500.000,-." jelasnya.

Sedangkan, bila disesuaikan dengan kondisi harga sapi siap potong sekarang, maka harga daging sapi segar di pasar tradisional akan mengalami kenaikan hingga mencapai harga Rp130.000 perkilogram.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila 2024, Jadikan Pancasila Sebagai Jiwa Pemersatu Bangsa

"Selama ini, pasokan daging sapi di pasar tradisional yang ada di Surabaya tidak hanya dari RPH Surabaya, ada juga daging kerbau India yang masuk ke Jawa Timur di jual bebas di pasar tradisional dan juga daging dari Sidoarjo dan Gresik." tutur Muthowif 

Maka dari itu, dia berharap pemerintah pusat yang diwakili oleh kementrian pertanian maupun Dinas Peternakan Jawa Timur, mengambil langkah-langkah strategis, yang melibatkan semua pelaku. Baik peternak, jagal, feedlooter dan RPH.

"Hal ini untuk mengantisipasi kenaikan harga daging segar pasca idul adha." ungkapnya.

Editor : Redaksi