SURABAYA - Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, nomor urut 2 Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak berhasil membuat gemuruh ruangan, pada Debat Perdana atas jawabannya terkait 'Fenomena melemahnya kondisi sosial di Jawa Timur'.
Pihaknya memaparkan, fleksibilitas sosial di Jawa Timur relatif sangat baik karena berbagai komunitas memiliki kegiatan yang memiliki interaksi cukup intensif.
Baca Juga: Kokola Bantu Pemudik, Bagikan 10.000 Biskuit Halal di Program Mudik Gratis Pemprov Jatim
Ia pun mencontohkan, banyaknya organisasi masyarakat (Ormas) di Jawa Timur yang memberikan dampak positif kepada masyarakat.
"Cukup intensif ormas-ormas juga memberikan satu siraman kebersamaan diantara seluruh anggota-anggota organisasinya terus terbangun dengan berbagai macam kegiatan yang mereka lakukan," ujarnya di depan ratusan pendukung.
Baca Juga: Pemprov Jatim Kembali Gelar Mudik Gratis Tahun 2025, Catat Tanggalnya!
Dengan demikian, Khofifah menyatakan, masyarakat di Jawa Timur bisa membangun rasa solidaritas demi tumbuhnya bumi Majapahit.
"Bagaimana sebetulnya kegotongroyongan bisa ditumbuhkan kembangkan di bumi Majapahit ini," Imbuhnya.
Baca Juga: Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara: Peluang Besar atau Cuma Jargon?
Namun hal tersebut, dapat berubah dengan kehadiran gadget yang terus berkembang, menurutnya ekosistem digital harus tetap diiringi dengan pemahaman bahwa manusia bukan makhluk soliter.
"Tetapi bahwa makin hari gadget begitu menguasai kehidupan keseharian masyarakat, oleh karena itu mereka yang mungkin banyak sekali terpandu oleh gadget ini yang harus diajak komunikasi, bahwa mereka membutuhkan interaksi dengan sesama manusia tidak sekedar secara digital," pungkasnya.
Editor : Redaksi