SURABAYA – Relawan Kesehatan Pemprov Jatim di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh periode 9 hingga 19 Desember 2025, berhasil memberikan pelayanan kesehatan kepada ribuan warga.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi atas dedikasi relawan dan dokter spesialis yang bertugas di lapangan.
Baca Juga: UMP Masih Misteri, Pemprov Jatim 'Tangan Terikat' Tunggu Perintah Pusat!
"Pelayanan kesehatan ini adalah mandat kemanusiaan. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di Pidie Jaya mendapatkan akses medis yang berkualitas, terutama pasca-situasi darurat banjir. Kehadiran dokter spesialis hingga psikolog klinis di sana merupakan bentuk kepedulian masyarakat Jawa Timur untuk membantu percepatan pemulihan di Aceh yang tepat sesuai dengan kebutuhan yang aktual," ujar Gubernur Khofifah di Surabaya, Minggu (21/12)
Selama sepuluh hari bertugas, tim kesehatan menyisir lima lokasi strategis di Kabupaten Pidie Jaya, yakni Blang Awe, Gampong Seunong, Meuranah Balek, Gampong Buangan, dan Daya Husen.
Baca Juga: Kanwil Kemenag Jatim Kirimkan Bantuan Kemanusiaan Aceh dan Sumatera
Pemprov Jatim menurunkan total 43 tim relawan kesehatan. Saat ini, 31 personel telah menyelesaikan tugasnya di gelombang awal, dan akan disusul oleh 12 personel gelombang ke-4 yang akan bertugas pada 22 hingga 30 Desember 2025.
Tim tersebut merupakan kolaborasi komprehensif yang tepat dalam penanganan penyakit pasca bencana banjir yakni Dokter Spesialis (Anak, Penyakit Dalam, Kulit & Kelamin, serta Emergency Medicine), Dokter Umum, Perawat, Apoteker. Psikologi Klinis, Sanitarian, dan Tim Krisis Kesehatan.
Baca Juga: Transaksi Tembus Rp 4,45 Triliun, Lia Istifhama Puji Program Misi Dagang Jatim
Khofifah menekankan seluruh dukungan yang dibawa bukan sekadar penugasan pemerintah, melainkan wujud Ikatan emosional antara masyarakat Jawa Timur dan Aceh.
“Semua ini adalah tanda bahwa kami bersaudara. Kami ingin menjadi bagian yang membantu menyelesaikan sebagian masalah saudara kami di Aceh,” ujar Khofifah.
Editor : Redaksi