JAKARTA – Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan, DAMRI merealisasikan program pengelolaan sampah anorganik di Stasiun DAMRI Kemayoran senilai Rp13,8 juta. Program ini dijalankan melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap kelestarian lingkungan.
Head of Corporate Communication DAMRI, Atikah Abdullah, menjelaskan bahwa penyediaan sarana dan prasarana tempat sampah anorganik bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dalam pengelolaan sampah di lingkungan stasiun.
Baca Juga: Bikin Program Percontohan, Pondok di Jombang Ini menuju Mandiri Kelola Sampah dan Ketahanan Pangan
"Program TJSL Pilar Lingkungan ini diharapkan dapat membantu DAMRI dalam mengelola sampah dengan lebih baik, serta menciptakan lingkungan yang bersih tanpa merusak ekosistem sekitar," ujar Atikah, Rabu (12/3).
Baca Juga: Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah
Selain menyediakan fasilitas tempat sampah, DAMRI juga mendorong budaya memilah sampah sejak dari sumbernya. Edukasi kepada pelanggan tentang pentingnya membuang sampah sesuai jenisnya menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam membentuk kebiasaan ramah lingkungan.
Baca Juga: Kolaborasi TPS dan Bank Sampah Perak Barat, Warga Sidotopo Wetan Didorong Naik Kelas Kelola Sampah
"Kami berkomitmen mendukung pengurangan sampah pasif menjadi sampah produktif. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah memilah sampah dan mengolahnya menjadi produk bernilai tambah," tambahnya.
Editor : Redaksi