Korban Tumbangnya Pohon Beringin di Pemalang Bertambah, Anggi Nurkholes Meninggal Dunia

jenazah almarhum Anggi saat di rumah duka
jenazah almarhum Anggi saat di rumah duka

PEMALANG - Korban tragedi tumbangnya pohon beringin saat Salat Idulfitri di Masjid Agung Komplek Alun-Alun Pemalang bertambah menjadi empat orang, Anggi Nurkholes (25), warga jalan Nusa indah RT.04 / 08, Kelurahan Pelutan Pemalang.

Ia menghembuskan nafas terakhir, Kamis (3/3 ) pukul 10.25 WIB setelah sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Prima Medika. Sementara 15 korba lainnya menjalani perawatan intensif.

Baca Juga: Pohon Beringin Tua di Pemalang Renggut Tiga Nyawa, Pemkab Lebih Teliti Lakukan Pemeliharaan

Jenazah almarhum Anggi langsung dibawa ke rumah duka. Hal ini dibenarkan Gempur (27) staf IT Rumah Sakit Prima medika,

" Iya betul pasien atas nama Anggi Nurkholes meninggal dan jenazahnya sudah dibawa pulang ke rumah duka," tuturnya pada Jum,at siang (4/4 ).

Ina (35 ) kakak ipar Almarhum ketika dikonfirmasi di rumah duka menuturkan, jika kedatangan jenazah Anggi tiba di kediaman keluarga, Kamis pukul 11.30 WIB.

Baca Juga: Korban Meninggal Akibat Pohon Tumbang di Salat Idulfitri Pemalang Bertambah Jadi Tiga Orang

" Jenazah sampai di rumah duka Kemarin siang ya jam 10.30 WIB, almarhum Anggi dirawat dari pertama kejadian pada minggu kemarin, dan akhirnya meninggal pada Kamis kemarin,Untuk kondisi istrinya yang juga ikut dirawat bersama anaknya yang masih kecil 5 tahun, Alhamdulillah sudah membaik, istrinya sudah rawat jalan," tutur Ina, ketika dikonfirmasi di rumah duka

Suasana duka masih menyelimuti rumah Almarhum Anggi Nurkholes, istri almarhum masih terlihat shock dengan kepergian suaminya, sememtara buah hatinya yang masih kecil berumur 5 tahun terlihat sedang bersama keluarga dan kerabatnya yang hadir bertakziah. Pemakaman korban sudah dilakukan pada Kamis sore kemarin,

Baca Juga: Pohon Beringin Roboh Saat Salat Idulfitri di Pemalang, Dua Jamaah Meninggal

Dalam keterangannya, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menyatakan total korban mencapai 19 orang. Seluruh biaya pengobatan ditanggung pemerintah kabupaten Pemalang.

"Ini musibah murni ya sesaat sebelum sholat dimulai, kedepannya kita harus merubah wajah kota semua, sekaligus kita referensi semua dan beberapa korban luka-luka sudah mulai menunjukkan tanda membaik. Seluruh biaya pengobatan ditanggung pemerintah kabupaten Pemalang dan untuk yang meninggal mendapatkan santunan," jelas Anom.

Editor : Redaksi