SURABAYA - Disbudporapar Kota Surabaya meningkatkan pengawasan objek-objek wisata selama libur Lebaran 2025. Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Kota Surabaya, Farah Andita Ramdhani mengatakan, selama monitoring ke objek wisata, memberikan saran perbaikan kepada pengelola, khususnya terkait manajemen kerumunan (crowd management).
Selain itu, juga pengaturan alur pengunjung di loket, penambahan petugas, pengaturan parkir, penyiapan satgas kedaruratan, tim kesehatan hingga soal kebersihan toilet dan musala.
Baca Juga: Disbudporapar Surabaya Perketat Pengawasan Wisata saat Libur Lebaran 2025
"Secara umum, perhatian kami adalah manajemen kerumunan, pelayanan di loket, penambahan petugas, parkir, satgas kedaruratan, tim kesehatan, serta kebersihan toilet dan musala," ungkapnya, Rabu (1/4).
Menurut Farah, monitoring atau pengawasan tidak hanya dilakukan sebelum libur Lebaran 2025, tetapi juga selama masa liburan. Tim Disbudporapar turun langsung ke lokasi-lokasi yang diprediksi memiliki jumlah pengunjung tinggi.
"Pada saat hari libur Lebaran, kami juga memiliki tim yang turun untuk melakukan monitoring ke lokasi-lokasi yang dianggap memiliki jumlah pengunjung tinggi berdasarkan data yang masuk," jelasnya.
Baca Juga: Gandeng Puri Promotion Pemkot Gelar “Surabaya Big Fight” di SBEC
Untuk mendukung daya tarik wisata selama libur Lebaran, Disbudporapa mendorong destinasi-destinasi wisata di Kota Pahlawan untuk membuat atraksi khusus yang tidak ada di hari-hari biasa.
"Kami juga mendorong destinasi-destinasi itu untuk membuat atraksi khusus selama libur Lebaran, karena dengan pengunjung yang pasti lebih tinggi dari bulan sebelumnya, atraksi yang menarik akan menambah daya tarik," ungkap dia.
Baca Juga: Ratusan Karya Seni Rupa Hadir di ARTSUBS 2024
Farah menambahkan visitasi ke objek wisata telah dilakukan pihaknya dalam dua minggu terakhir sebelum libur Lebaran. Ia juga memastikan bahwa Tim Disbudporapar akan terus melakukan pemantauan demi keamanan dan kenyamanan pengunjung wisatawan selama libur Lebaran.
"Kita juga sempat jalan bareng (visitasi) dengan provinsi karena juga ada kegiatan visitasi di lapangan. Jadi di Surabaya kita bareng-bareng dengan provinsi," pungkas dia.
Editor : Redaksi