SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 yang meliputi Bulak, Gunung Anyar, Mulyorejo, Rungkut, Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, dan Wonocolo, Bagas Imam Waluyo, menggelar kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat (reses) di wilayah Kedung Baruk, pada Kamis (12/2).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi wakil rakyat untuk menyerap berbagai keluhan dan usulan warga secara langsung, khususnya yang berkaitan dengan persoalan lingkungan serta program pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Reses di Krembangan Utara, Achmad Nurdjayanto Serap Aspirasi Warga Soal Pendidikan dan Infrastruktur
Dalam forum tersebut, Ketua RT 01 RW 02 Kelurahan Kedung Baruk, Suroso, menyampaikan keluhan warga terkait pembangunan U-ditch precast di Jalan Kedung Asem yang dinilai belum tuntas sehingga kerap menimbulkan genangan air saat hujan.
“Sebetulnya yang menjadi titik utama adalah pembangunan U-ditch precast di Jalan Kedung Asem. Karena setiap kali hujan genangan itu selalu ada. Karena di sisi sebelah barat itu sudah ada pembangunan, sebelah timur ini belum. Jadi genangan itu selalu menggenang di saat hujan reda,” ujarnya.
Tak hanya soal genangan air, Suroso juga mengeluhkan belum terealisasinya permohonan perantingan pohon yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga.
“Kemarin saya atas nama Ketua RT sudah menerima aduan warga terkait permohonan perantingan dan telah menindaklanjutinya melalui Bu Lurah serta menyampaikan surat permohonan ke DLH pada tanggal 26, namun hingga hari ini belum terealisasi karena masih menunggu antrean pekerjaan sub rayon,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Bagas menyampaikan bahwa persoalan perantingan pohon menjadi salah satu fokus perhatiannya karena berpotensi menimbulkan musibah, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kota Surabaya.
“Kalau saya ngomongnya ini pancaroba dan dari kemarin memang hujannya kan badai di Surabaya. Yang saya takutkan nanti ranting-ranting tersebut malah menjadi musibah kepada masyarakat yang sedang lewat,” ujarnya.
Baca Juga: Serap Aspirasi Warga, Cahyo Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas lewat Pemanfaatan AI
Selain persoalan lingkungan, Bagas juga menyoroti aspirasi warga terkait Koperasi Merah Putih yang hingga kini masih menghadapi kendala ketersediaan aset dan bangunan. Menurutnya, diperlukan komunikasi yang intensif antara masyarakat dan dinas terkait agar program prioritas nasional tersebut dapat segera direalisasikan di Kota Surabaya.
“Untuk Koperasi Merah Putih memang sampai saat ini kita push terus mulai dari Dinas Koperasi untuk segera melaksanakan, mencari tempat aset, karena kebanyakan terhalangnya mulai dari aset-aset atau bangunan yang akan dibangun,” kata politisi muda asal Partai Gerindra itu.
Ia menambahkan, optimalisasi aset milik Pemerintah Kota Surabaya perlu dilakukan secara maksimal, mengingat banyak aset yang berpotensi memberikan nilai ekonomi sekaligus estetika jika dikelola dengan baik.
“Saya ingin adanya komunikasi antara masyarakat, Dinas BPKAD, dan Dinas Koperasi karena ini adalah program prioritas Pak Presiden, Pak Prabowo Subianto,” tegasnya.
Baca Juga: Saifuddin Libatkan Ibu-ibu PKK Wonokusumo dalam Sosialisasi Raperda Hunian Layak
Dalam kesempatan tersebut, Bagas juga menyinggung keluhan warga terkait layanan PDAM yang dinilai masih membutuhkan peningkatan sosialisasi kepada masyarakat.
“Kalau memang PDAM tidak bisa, kami selaku DPRD penyambung lidah antara masyarakat tidak apa-apa untuk menyampaikan sosialisasi, paling tidak kita diberi masukan,” ujarnya.
Dengan demikian, Bagas berharap seluruh aspirasi yang disampaikan warga Kedung Baruk dapat diakomodasi dan ditindaklanjuti secara nyata oleh Pemerintah Kota Surabaya.
“Harapan dari saya, semoga apa yang diinginkan oleh masyarakat itu benar-benar dapat diakomodasi oleh pemerintah kota, karena ini adalah masukan yang disampaikan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Redaksi