SURABAYA– Lutfi Agus Salim resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR) dalam prosesi di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C, Kamis (12/2).
Dalam orasinya Lutfi menyampaikan kajian tentang demografi sebagai navigator strategis perencanaan dan evaluasi pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: Pakar Hukum Unair: Perpol Nomor 10 Tahun 2025 Langgar Putusan MK dan 'Ingkar Konstitusional
Lutfi menyebut demografi merupakan suatu hal yang dapat digunakan dalam memetakan persebaran penduduk di suatu wilayah. Demografi bukan hanya ilmu yang menghitung penduduk, tetapi disiplin ilmiah yang memaknai dinamika kehidupan manusia secara sistematis.
“Demografi mengajarkan bahwa setiap indikator kependudukan membawa makna sosial, ekonomi, dan moral. Rasio jenis kelamin, misalnya, tidak hanya menunjukkan komposisi biologis, tetapi juga mengungkap perbedaan peluang hidup sejak lahir. Usia harapan hidup bukan sekadar indikator kesehatan. Melainkan, cermin panjang ketidaksetaraan risiko yang dialami individu sepanjang daur kehidupannya,” terangnya.
Indonesia, saat ini berada pada fase transisi demografi yang sangat menentukan. Bonus demografi menawarkan peluang pertumbuhan dan kemajuan apabila diperhatikan secara serius.
Baca Juga: Tingkatkan Daya Saing Durian, Tim Pengabdian Masyarakat FEB UNAIR Gelar Pelatihan Ekspor di Palu
Di sisi lain, penurunan fertilitas dan meningkatnya usia harapan hidup menandai awal penuaan populasi, yang menuntut kesiapan sistem kesehatan, jaminan sosial, dan tata kelola pembangunan jangka panjang.
“Transisi epidemiologi, dari dominasi penyakit menular ke penyakit tidak menular, semakin menegaskan bahwa tantangan pembangunan tidak lagi bersifat jangka pendek. Melainkan untuk kesejahteraan siklus kehidupan generasi sekarang dan yang akan datang. Dalam konteks inilah demografi berfungsi sebagai navigator strategis. Seperti kompas dalam pelayaran, demografi akan menentukan arah pembangunan,” ungkapnya.
Pembangunan berkelanjutan menuntut tanggung jawab lintas waktu untuk menjaga hak generasi mendatang untuk hidup secara layak dan bermartabat.
Baca Juga: Jagong Santai BKKBN Jatim: Ajak Ayah Ambil Peran di Hari Pertama Sekolah
Demografi menjadi penghubung antara masa kini dan masa depan. Dengan demikian, demografi menjadi fondasi etis dan teknokratis dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan.
“Bonus demografi, struktur usia, kualitas populasi, dan dinamika populasi merupakan semua faktor penting yang membentuk peluang dan batasan pembangunan jangka panjang dan berkelanjutan. Oleh karena itu, demografi dapat menjadi kunci untuk mengevaluasi pembangunan karena faktor keberhasilan pada akhirnya akan diukur melalui perubahan dalam kesejahteraan populasi”, pungkasnya.
Editor : Redaksi