LaNyalla Dorong Pemkab Jombang Bantu Pengrajin Tahu Bangun IPAL

LaNyalla
LaNyalla

SURABAYA,Tikta.id - Polemik pengelolaan limbah pengrajin tahu di Jombang masih terus bergulir. Teranyar, Perkumpulan UMKM Tahu Jombang 'Sumber Berkah' mengadu kepada Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengenai persoalan yang mereka hadapi. 

Pasalnya, pada Kamis 4 Januari 2024, pengrajin tahu di Jombang didatangi petugas Polda Jatim terkait pembuangan limbah. 

Baca Juga: Jabatan Gubernur Berakhirnya, LaNyalla Sebut Masih Ada PR di Jatim, Apa Itu? 

Berangkat dari fakta tersebut, LaNyalla meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang untuk memfasilitasi pengrajin tahu dalam membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). 

"Yang menjadi keluhan mereka adalah para pengrajin tahu ini tak memiliki instalansi pengolahan limbah, karena biaya yang besar. Sedangkan untuk lahan, mereka sudah menyediakannya. Ini yang perlu didorong dan difasilitasi," kata LaNyalla pada Rabu (10/1).

Berdasarkan surat yang ditujukan kepada Ketua DPD RI bernomor 03.006/SB-TJ/I/2024 tertanggal 7 Januari 2024, Perkumpulan UMKM Tahu Jombang 'Sumber Berkah' yang beranggotakan 82 orang menyatakan komitmennya untuk membuat IPAL skala komunal.

"Akan tetapi sampai hari ini belum ada penanganan dan sentuhan dari Pemkab Jombang. Artinya, mereka sesungguhnya berkomitmen terhadap hal itu. Komitmen ini harus kita dukung, agar pengrajin tahu yang berkontribusi terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah) Jombang tak melulu dihadapkan pada masalah hukum," kata LaNyalla.

Baca Juga: Bertemu LaNyalla Asosiasi Real Estate Bicara Maraknya Kavling Ilegal

Senator asal Jawa Timur itu meminta Pemkab Jombang menyambut komitmen pengrajin tahu untuk bersama-sama membangun IPAL. "Pemkab Jombang perlu hadir dalam persoalan yang dihadapi pengrajin tahu," ujar LaNyalla.

Di sisi lain, dalam suratnya para pengrajin tahu meminta agar pasokan kedelai yang merupakan bahan baku tahu agar menjadi fokus perhatian pemerintah. Sebab, kata mereka, selama ini sering terjadi keterlambatan suplai kedelai impor, sehingga menyebabkan harga kedelai tidak stabil.

"Terkait pasokan kedelai ini, pemerintah pusat harus turun tangan. Jangan sampai suplai kedelai sebagai bahan baku tahu menjadi terhambat. Saya akan berkoordinasi dengan kementerian terkait hal ini," tegas LaNyalla. 

Baca Juga: Silaturahmi dengan PD Muhammadiyah Pasuruan, LaNyalla Beber Sistem Bernegara Asli Indonesia 

LaNyalla pun meminta agar persoalan yang dihadapi pengrajin tahu di Jombang agar menjadi perhatian serius pihak terkait. Sebab, kata LaNyalla, industri tahu di Jombang sangat potensial sebagai penghasil PAD.

Di sisi lain, LaNyalla pun meminta kepada Kamar Dagang dan Industri (Kadin), baik di Kabupaten Jombang maupun di Jawa Timur untuk turut serta membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi pengrajin tahu.

"Saya kira Kadin Jombang dan Kadin Jatim perlu turut andil menyelesaikan persoalan ini, agar pengrajin tahu kita tak berurusan terus dengan hukum dan pasokan bahan baku mereka lancar. Kadin bisa mensupervisi para pengrajin dalam pengelolaan usaha dan limbah mereka," ujar LaNyalla.(*)

Editor : Redaksi