MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka mengawali rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dengan kegiatan GEBER JUMAT (Gerakan Bersih-Bersih dan Berkah di Hari Jumat).
Kegiatan dilanjutkan dengan launching inovasi EMAS PKK (Emak-Emak Kelola Bank Sampah bareng PKK) di BSU Permata Palabuan Kecamatan Sukahaji, Jum'at (20/2).
Baca Juga: Pemkab Majalengka Salurkan Dana Hibah Rp3,67 Miliar untuk Delapan Partai Politik
Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam mendorong pengelolaan sampah yang tuntas dari tingkat desa.
Selain itu untuk memperkuat peran masyarakat, khususnya kaum ibu, dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya.
Kegiatan di hadiri Bupati, Wakil Bupati, Ketua TP PKK Kabupaten, Sekda, OPD, Camat dan Muspika Sukahaji.
Baca Juga: Hari Lahir Pancasila, Bupati Eman Ajak Masyarakat Jadikan Pancasila Ideologi yang Hidup
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Majalengka, Wawan Sarwanto, menegaskan bahwa momentum HPSN harus dimaknai sebagai gerakan perubahan perilaku.
“Penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pengangkutan ke TPA. Kuncinya ada pada pengurangan dan pemilahan dari rumah tangga. Melalui EMAS PKK dan penguatan Bank Sampah Unit, kami ingin memastikan sampah dikelola sampai tuntas di desa,” ujar Wawan.
Dinas Lingkungan Hidup juga membentuk Bank Sampah Unit (BSU) desa sebanyak 26 unit BSU yang tersebar di setiap desa.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga Menjelang Iduladha, Pemkab Majalengka Gelar Gerakan Pangan Murah
Menurutnya, DLH akan terus melakukan pendampingan dan edukasi agar sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
"Kami akan melakukan pendampingan dan edukasi," tegasnya.
Editor : Redaksi