SURABAYA — Alunan musik dan tepuk tangan penonton berpadu hangat, menghidupkan suasana penuh semangat dalam gelaran “Ekspresiku” yang menghadirkan talenta-talenta muda dari Surabaya dan Sidoarjo.
Bertempat di One Deck Gastropub, acara ini menjadi ruang apresiasi bagi anak dan remaja usia 7 hingga 17 tahun untuk menunjukkan kemampuan bermusik mereka di hadapan publik.
Baca Juga: Butuh Suntikan Energi Instan? Putar Musik Rock di 4 Kondisi Ini!
Acara ini menghadirkan penampilan dari lima solois dan tiga band yang terdiri dari pelajar tingkat SD hingga SMA.
Para solois tampil membawakan berbagai lagu menggunakan alat musik seperti gitar dan keyboard, sementara penampilan band menghadirkan suasana yang energik dan interaktif sepanjang acara berlangsung.
Mengusung konsep panggung kreatif yang hangat dan suportif, “Ekspresiku” tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah pengembangan kepercayaan diri serta eksplorasi bakat generasi muda di bidang musik.
Berbagai penampilan yang dibawakan para peserta sukses menghadirkan suasana penuh antusiasme.
Baca Juga: Bukan Cuma Hiburan, Ini 4 Elemen Musik yang Bisa Meledakkan Kreativitas Kamu
Dengan membawakan lagu-lagu populer dan aransemen yang disesuaikan dengan karakter masing-masing, setiap peserta tampil dengan identitas dan gaya mereka sendiri di atas panggung.
“ARTOTEL hadir bukan hanya sebagai ruang menginap, tetapi juga ruang kreatif yang mendukung perkembangan seni dan talenta muda. Melalui Ekspresiku, kami ingin memberikan pengalaman yang positif sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk berani tampil dan terus berkembang,” ujar Teddy Patrick, General Manager ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya, Sabtu (17/5)
Salah satu peserta, Rafano Ardana Asmara atau yang akrab disapa Fano, mengaku senang bisa tampil dalam acara tersebut.
Baca Juga: Artspace Artotel Hayam Wuruk Surabaya Hadirkan “Fraktal” Eksplorasi Bentuk dan Warna
Siswa kelas 1 SD Muhammadiyah Sidoarjo itu tampil memainkan gitar dan membawakan lagu favoritnya.
“Aku suka main gitar. Lagu favoritku Laskar Pelangi sama Ampar-Ampar Pisang. Pengen nanti bisa bikin dan mainin lagu sendiri. Walaupun kadang sakit pas metik dan genjreng senar, tapi tetap happy,” ujar Fano dengan antusias.
Editor : Redaksi