SURABAYA - Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, mengajak komunitas Bonek untuk terus menjadi kekuatan positif dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan semangat gotong royong di Kota Pahlawan.
Hal tersebut disampaikan Syaifuddin Zuhri saat kegiatan silaturahmi bersama komunitas Bonek di Rumah Dinas Ketua DPRD Surabaya, Selasa (23/6) malam.
Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Pengawasan Birokrasi, Minta Temuan Wali Kota Jadi Bahan Evaluasi
Menurutnya, kegiatan tersebut awalnya diinisiasi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Persebaya yang bertepatan dengan suasana euforia Piala Dunia.
Momentum tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dan komunitas suporter terbesar di Surabaya tersebut.
“Tujuan kegiatan ini sebenarnya berangkat dari peringatan ulang tahun Persebaya. Apalagi bertepatan dengan Piala Dunia. Kesempatan ini kami manfaatkan untuk mengenal lebih dekat arek-arek Bonek yang memiliki militansi, loyalitas, dan ikatan persaudaraan yang sangat kuat,” ujar Syaifuddin.
Baca Juga: Gerindra Soroti Realisasi Pendapatan APBD Surabaya 2025 yang Belum Capai Target
Ia menilai Bonek merupakan aset berharga bagi Kota Surabaya. Karena itu, potensi besar yang dimiliki komunitas tersebut perlu diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan kota.
“Bonek adalah aset Kota Surabaya. Yang terpenting, keberadaan mereka tidak menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat, tetapi justru menjadi bagian dari kekuatan yang menjaga Surabaya. Bonek harus menjadi komunitas yang kreatif, produktif, dan selalu ingin berkontribusi untuk kotanya,” katanya.
Syaifuddin berharap semangat keberanian dan loyalitas yang selama ini menjadi identitas Bonek dapat diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata bagi kemajuan Surabaya.
Baca Juga: Raperda Pengelolaan Air Limbah Tuntas Dibahas, PAM Surya Sembada Disiapkan Jadi Pengelola
Menurutnya, keberanian yang dimiliki para suporter tidak boleh diwujudkan dalam tindakan yang merugikan masyarakat atau merusak fasilitas umum, melainkan menjadi energi positif untuk membangun kota.
“Ayo rek, keberanian dan loyalitas itu kita rumuskan bersama agar memberikan nuansa bahwa arek Surabaya itu berani, tetapi bukan berani merusak kotanya atau membuat masyarakat merasa takut,” tegasnya.
Editor : Redaksi