Tiga Sikap Syuriyah NU dan Masyayikh Pesantren se-Madura Terkait Polemik PBNU

Reporter : Thoriqi Achmad
Pertemuan Syuriyah NU dan Masyayikh Pesantren se-Madura

BANGKALAN - Puluhan Syuriyah NU dan masyayikh pesantren se-Madura menggelar pertemuan khusus di Ndalem Kasepuhan Syaikhona Muhammad Kholil, Bangkalan, Selasa (2/11).

Pertemuan tersebut buntut konflik internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah keputusan Rais Aam KH Miftachul Akhyar memberhentikan KH Yahya Cholil Staquf dari jabatan Ketua Umum PBNU. 

Baca juga: Asrorun Ni’am Soleh Dikukuhkan sebagai Ketua Umum MA IPNU 2025–2030

Pertemuan diprakarsai Rais Syuriyah PCNU Bangkalan sekaligus sesepuh Bani Syaikhona Kholil, KH Muhammad Faishol Anwar, sebagai bentuk ikhtiar moral untuk menjaga keteduhan organisasi.

Narahubung pertemuan, KH Dimyati Muhammad, menyampaikan forum tersebut menghasilkan tiga sikap atas polemik yang terjadi di tubuh PBNU:

Pertama para masyayikh dan Syuriyah NU mengaku sangat prihatin atas polemik yang terjadi di PBNU.

Baca juga: PWNU Jatim Tegaskan Sikap Netral di Tengah Polemik PBNU

 “Rasa keprihatinan yang teramat mendalam atas kondisi yang terjadi di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama saat ini,” ujar KH Dimyati.

Kedua, para kiai menyerahkan sepenuhnya penyelesaiannya kepada alim ulama selaku pemegang otoritas dan pemimpin tertinggi di Nahdlatul Ulama.

Ketiga, Mengajak warga NU agar tenang, mempererat ukhuwah nahdliyyah, dan memperbanyak munajat kepada Allah SWT agar persoalan yang terjadi di PBNU segera memperoleh jalan keluar terbaik.

Baca juga: PWNU Jatim Tegaskan Sikap Netral di Tengah Polemik PBNU

Ia menegaskan pertemuan ini menjadi salah satu suara penting dari para ulama Madura, yang selama ini dikenal memiliki ikatan kuat dengan khittah dan tradisi keulamaan NU. 

"Para kiai berharap dinamika di pusat dapat segera mereda dan organisasi kembali berjalan dalam suasana teduh serta penuh maslahat bagi umat," tutupnya 

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru