SURABAYA – Viral di media sosial, salah satu akun di platform X membagikan pengakuan seorang juru parkir yang sedang menjaga parkir tepi jalan umum (TJU) di depan depot kuliner kawasan Kupang Jaya.
Pengakuan tersebut terungkap saat sejumlah petugas menghampiri dan menegur juru parkir tersebut karena diduga tidak memenuhi ketentuan sebagai jukir resmi.
Baca juga: PJS Dukung Polisi Tindak Parkir Liar, Tegaskan Jukir Tak Berseragam Harus Ditertibkan
"Ini kan tepi jalan umum, nah sampean ini gak ada keplek ya terus gak ada rompi identitas sampean tidak boleh," ujar salah satu petugas.
Petugas itu juga menegaskan bahwa lokasi tersebut tidak diperbolehkan untuk aktivitas parkir liar.
"Ini juga gak boleh parkir disini iya," singkatnya.
Selanjutnya, para petugas menanyakan siapa pihak yang menyuruh juru parkir tersebut beroperasi di lokasi tersebut.
"Terus yang nyuruh parkir sini siapa sampean sendiri tah ?," katanya.
Baca juga: Viral di Medsos, Jukir Liar di Ngagel Diduga Pungli dan Aniaya Pengunjung Warkop
Juru parkir itu pun memberikan jawaban yang kemudian menjadi sorotan.
"Enggak pak tadi pak isul pak," paparnya.
Menanggapi hal itu, Izul Fiqri selaku Ketua Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS) menegaskan bahwa sosok “Isul” yang dimaksud bukan dirinya.
Menurutnya, sosok Isul yang dimaksud dalam pengakuan juru parkir tersebut berdomisili di Bangkalan, sementara dirinya merupakan warga Surabaya.
Baca juga: Arsas Sampaikan Aspirasi ke Ketua DPRD Surabaya, Soroti Parkir Liar dan Revitalisasi SWK
"Isul yang menyuruh anggota juru parkir yang viral tersebut ber KTP di Bangkalan, sedangkan saya sebagai ketua PJS ber KTP dan berdomisili di panjang jiwo Surabaya," lanjutnya.
Izul, Ketua PJS Surabaya, berharap kejadian ini tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
"Teman-teman anggota PJS dan masyarakat Surabaya atau pengguna parkir tidak mudah terprovokasi dan terpancing dengan informasi tersebut," tutupnya.
Editor : Redaksi