Tak Tersentuh Pembangunan Drainase, Warga Gang Sawi Kecewa 

Saluran air di gang sawi
Saluran air di gang sawi

TIKTA.id, Surabaya - Warga Tanah Merah 4 Gang Sawi Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran meninjau kerusakan saluran atau drainase di lokasi setempat, pada Minggu (9/6)).

Warga kecewa, di gang tersebut tidak pernah tersentuh pembangunan drainase selama wali kota Eri Cahyadi memimpin Surabaya. 

Baca Juga: Berikut Ini Hasil Resume Rapat Koordinasi Koperasi Pasar Bulak Banteng Abadi 

Selain itu masih banyak kategori kriteria mengenai keluarga miskin (Gamis) yang tidak mendapatkan haknya.

Ketua RT 09, Abdul Mudjib mengatakan, pernah mengajukan pembangunan drainase maupun pavingisasi untuk wilayah RT 09 Gang Sawi. 

Namun, hingga sampai saat ini belum ada realisasi sama sekali."Saya sudah pernah mengajukan pembangunan saluran drainase Uditch dua sisi dan juga untuk pavingisasi pada tahun 2023 lalu kepada ketua RW 04 dan kelurahan bahkan ke tingkat Pemkot, namun hingga sampai saat ini belum terealisasi," terangnya.

Mengenai drainase, lanjut Mudjib, Jika hujan turun deras, air menggenang dan meluber ke rumah warga dan kondisi drainase itu sudah lama dan tidak layak, rusak dan longsor karena hanya pasangan bata merah biasa.

 “Sangat disayangkan selama kepemimpinan Walikota Eri Cahyadi diwilayah Gang Sawi Tidak pernah tersentuh pembangunan pemberdayaan lingkungan seperti Pembangunan drainase U ditch maupun pavingisasi," tegasnya.

Baca Juga: Rapat Koordinasi Koperasi Pasar Bulak Banteng, Indah: Kami Fokus Penataan Pedagang 

Warga sesepuh gang Sawi, Mbah Rusdi juga sangat menyayangkan kondisi ini. Sebab, pembangunan pemberdayaan lingkungan seperti drainase tidak pernah tersentuh oleh pemerintah kota Surabaya, Bahkan untuk bantuan keluarga miskin masih banyak warga yang membutuhkan.

Pihaknya berharap pembangunan pemberdayaan lingkungan hingga bantuan untuk warga yang tergolong miskin (Gamis) yang membutuhkan itu tepat sasaran dan dipedulikan. 

Sehingga, masyarakat yang tergolong lansia hingga yang benar-benar kategori (Gamis) mendapatkan Haknya untuk mendapatkan bantuan. 

"Saya melihat di Gang lainnya seperti gang Langgar, warga (Gamis) sangat banyak. Namun di gang Sawi hanya 2 Rumah, padahal kondisi istri saya juga sakit, setiap bulan harus cuci darah," keluh Rusdi.

Baca Juga: Sorot Program Bantuan Hukum Gratis Tidak Jalan, Komisi A: Sedianya Sejak 2023 

Hal senada juga dikeluhkan oleh Warga Anil yang kesehariannya bekerja sebagai ojek online, tinggal di rumah peninggalan rumah orang tua, di kamar berukuran 3 meter persegi. memiliki tanggungan untuk biaya (dua) 2 Anak untuk pendidikan sekolah dengan penghasilan yang tidak menentu.

"Sempat disurvei oleh pihak terkait, namun tidak tahu siapa yang menentukan kategori Gamis itu seperti apa, karena rata-rata yang dikategorikan hanya melihat rumah saja yang berlantai plesteran seperti yang saya lihat pada wakil RW O4 rumahnya masih berlantai plesteran namun mendapatkan kategori Gamis (rumahnya berstiker Gamis)," ungkapnya.

Mudjib berharap kepada pemerintah maupun dinas terkait agar pembangunan pemberdayaan lingkungan seperti drainase dan paving segera direalisasikan, sehingga air saluran berjalan dengan lancar. 

"Dengan demikian saat hujan deras turun, drainase mampu menampung debit air dan menyalurkannya," pungkasnya.

Editor : Redaksi