Operasi Sikat Semeru 2024, Ini Kasus Curanmor Paling Menonjol 

Operasi Sikat Semeru 2024, Polrestabes ungkap kasus pencurian kendaraan bermotor sebanyak 298
Operasi Sikat Semeru 2024, Polrestabes ungkap kasus pencurian kendaraan bermotor sebanyak 298

Tikta.id - Polrestabes Surabaya bersama polsek jajaran membeberkan hasil ungkap selama operasi sikat semeru 2024, yang berlangsung selama 12 hari. Total ungkap ada 405 kasus dengan total 243 tersangka.

 “Selanjutnya, pada kegiatan operasi itu, akhirnya Polrestabes Surabaya bersama Polsek jajarannya mengungkap total sebanyak 405 kasus. Dengan total 243 tersangka,” kata Wakapolrestabes Surabaya AKBP Wimboko, kepada wartawan, Senin (24/6).

Baca Juga: Ribuan Personel Gabungan Disiapkan Untuk Laga Pembuka AFF - U 19 2024

AKBP Wimboko menuturkan, selama pelaksanaan Operasi sikat semeru digelar selama 12 hari sejak tanggal 3 sampai 14 Juni 2024. Kejahatan terbanyak diungkap yakni, pencurian kendaraan bermotor dengan total 298 kasus, dengan mengamankan 141 orang tersangka.

“Disusul dengan kasus pencurian dengan pemberatan sebanyak 65 kasus dengan mengamankan 65 tersangka,” tutur AKBP Wimboko.

 Wimboko merinci, kasus curas yang bersil diungkap sebanyak 27 kasus dengan mengamankan 21 orang tersangka dengan barang bukti yang berhasil diamankan, 6 sepeda motor dan 9 unit handphone.

Baca Juga: Gegara Jasa Semir Rambut Naik, Pengamen Bacok Pemilik Salon 

“Selain curas, polisi juga berhasil mengungkap atas kepemilikan senjata tajam ada 11 kasus dengan 11 orang tersangka dengan barat bukti, 4 bilah pisau, 3 clurit dan 2 pedang,” jelas Wimboko.

 Wimboko mengungkapkan lagi, pelaku yang meresahkan masyarakat yakni, gangster, polisi berhasil mengungkap 4 kasus dengan mengamankan 5 tersangka.

“Dari kasus curanmor kami mengamankan barang bukti, 75 unit sepeda motor, 2 unit mobil, 44 kunci T dan 14 kunci leter L,” tandas Wimboko.

Baca Juga: Terduga Pelaku Judi Online Melalui Aplikasi ROYAL DREAM Dibekuk Polisi 

Wimboko menambahkan, para pelaku dijerat dengan perundang-undangan sesuai dengan perbuatannya. Pelaku pencurian dengan kekerasan dijerat dengan Pasal 365 KUHP, pencurian dengan pemberatan dijerat Pasal 363 KUHP.

“Kemudian yang kepemilikan senjata tajam dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan pidana penjara paling lama 20 tahun,” pungkasnya.

Editor : Redaksi