BANGKALAN - Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril, membuka Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser Modung Raya di Pondok Pesantren Ar-Rowiyah, Mancengan, Modung, Bangkalan.
Musaffa menyoroti ancaman organisasi yang merongrong keutuhan NKRI. Menurutnya, meski sudah dilarang pemerintah, kelompok radikal kerap muncul dengan wajah baru.
Baca Juga: Hadiri Pengukuhan Ansor Surabaya, Ini Pesan Musaffa' Safril
"Kelompok ini bisa berganti nama, tetapi misinya tetap sama, yakni mengancam persatuan bangsa. Banser harus waspada dan memperkuat pemahaman kebangsaan,” tegasnya, Sabtu (8/2)
Ia juga menekankan peran Banser sebagai benteng ideologis NU dalam menghadapi ancaman terhadap Pancasila.
“Banser bukan hanya penjaga fisik, tetapi juga moral dan ideologi. Jangan pernah lengah menjaga keutuhan umat dan bangsa,” lanjutnya.
Baca Juga: Ansor Jatim Dorong Perlindungan Petani Tembakau dan Industri Rokok Lokal Madura
Diklatsar ini diikuti 86 peserta dari Kecamatan Modung. Selama pelatihan, mereka akan dibekali keterampilan pengamanan, wawasan kebangsaan, serta pemahaman agama moderat untuk menangkal radikalisme.
Ketua PC Ansor Bangkalan, Lora Zainal Arifin Zuber, berharap para kader Banser bisa menjadi perekat umat dan garda terdepan menjaga keamanan, terutama di Madura.
“Banser harus menjaga harmoni sosial dan mengawal pesantren dari ancaman yang merusak persatuan bangsa,” katanya.
Baca Juga: Ketua Ansor Jatim Raih Penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2025
Ketua Korwil Ansor Jatim wilayah Madura, Syafiuddin, menambahkan pelatihan ini membentuk fisik, mental, dan wawasan kebangsaan yang kuat.
“Kader Banser harus siap menghadapi dinamika sosial yang berkembang,” ujarnya.
Editor : Redaksi