MAJALENGKA – Bupati Majalengka Eman Suherman meluncurkan inovasi Jalan Lintas Selatan Majalengka (JALISMA), sebagai bagian dari 26 program prioritas 100 hari kerja bersama Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan. Program ini difokuskan untuk membuka akses jalan selatan dari Sindangkasih hingga Lemahsugih.
Bupati menyebut JALISMA bukan program baru, karena sudah dirancang sejak era Bupati Tuty. Namun, realisasinya sempat tertunda. Saat menjabat Kadis PUPR, Eman mengaku turut memperjuangkan proyek ini lewat DAK.
Baca Juga: Anggaran Infrastruktur Majalengka Rp74 Miliar, Perbaikan Jalan Dilakukan Bertahap
Untuk mewujudkan perbaikan jalan tersebut, Pemkab Majalengka mengusulkan anggaran Rp26 miliar ke Pemprov Jabar. Targetnya, lebar jalan mencapai 7 meter.
Baca Juga: Anggaran Infrastruktur Majalengka Rp74 Miliar, Perbaikan Jalan Dilakukan Bertahap
"Nantinya kalau jalur ini sudah beres dampaknya akan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah selatan menuju Bantarujeg dan Lemahsugih, waktu tempuh pun akan lebih singkat, cukup 45 menit tanpa harus memutar lewat Cihaur atau Talaga," ujarnya, Jum'at (23/5)
Kepala DPUTR Agus Permana menyebut panjang trase jalan ini mencapai 29,56 km. "Perbaikan infrastruktur jalan dalam program JALISMA telah dianggarkan di APBD 2025 sebesar Rp2,2 miliar untuk ruas Badugjaya–Cikowoan dan Cikowoan–Kadut sepanjang 7 km," jelasnya.
Baca Juga: Jalan Rusak Dikepung Protes Warga, Bupati Eman Sukses Amankan Dana Segar Rp100 Miliar dari Luar APBD
Warga Gununglarang, Nanang, menyambut baik proyek ini. "Dengan adanya jalan lintas ini waktu tempuh juga bisa berkurang, dari tadinya lewat Cihaur sampai ke Gununglarang 1 jam makan lewat jalur baru ini bisa ditempuh 30 menit," tuturnya.
Editor : Redaksi