Beasiswa PIP Kembali Disalurkan, Plt Ketua DPC PDIP: Ingatkan Jangan Salahgunakan Bantuan

Penyaluran beasiswa PIP
Penyaluran beasiswa PIP

SURABAYA - Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno, membagikan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) kepada ratusan pelajar SD dan SMP dari keluarga kurang mampu di kawasan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Kamis (28/8) malam.

Dalam kesempatan itu, Plt Ketua DPC PDIP Surabaya, Yordan M. Bataragoa, mengingatkan agar masyarakat bijak menggunakan bantuan tersebut.

Baca Juga: Kuatkan Solidaritas, Ansor Jatim Salurkan Program Sistimtrabas di Probolinggo

“Masyarakat jangan sampai salah dalam menggunakan bantuan. Jangan dipakai untuk bayar cicilan atau kepentingan lain. Ini betul-betul untuk anak sekolah, agar mereka bisa belajar dengan lancar hingga menyelesaikan masa studinya,” tegasnya

Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Sukadar menambahkan bahwa banyak kebijakan pro-rakyat dari pemerintah telah disalurkan melalui PDIP.

“Kami terus bekerja untuk memfasilitasi kebutuhan warga. Tugas orang tua adalah mendampingi anak-anaknya dalam proses belajar di rumah. Dana PIP ini seratus persen harus dipakai untuk keperluan pendidikan, tidak boleh untuk kebutuhan lain,” ujarnya, anggota Komisi C DPRD kota Surabaya.

Sementara itu, Ketua PAC PDIP Sawahan Iwan Tjandra menyampaikan, PIP adalah wujud nyata kepedulian partai terhadap dunia pendidikan. 

Baca Juga: Reses di Benowo, Johari Mustawan Disambati Pemerataan Beasiswa dan BPJS

“Alhamdulillah di kecamatan sawahan ada ratusan siswa siswi yang mendapat beasiswa PIP ini. Secara umum semua tepat sasaran,” terangnya.

Iwan Tjandra menegaskan bahwa bantuan tersebut harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk kebutuhan pendidikan anak. 

“Jangan sampai digunakan untuk kepentingan orang tua. Bantuan ini untuk anak, seperti seragam, sepatu, dan perlengkapan sekolah lainnya,” tegasnya.

Baca Juga: Tanam Pohon hingga Pemberian Beasiswa Warnai Perayaan Hari Bhayangkara Ke-78

PDI Perjuangan menegaskan komitmennya agar program ini berkelanjutan setiap tahun, sehingga semakin banyak anak dari keluarga tidak mampu yang terbantu dan terhindar dari risiko putus sekolah. 

Sebagai informasi, melalui program ini, siswa dari keluarga miskin menerima bantuan tunai Rp450 ribu per tahun untuk jenjang SD hingga Rp1,8 juta per tahun untuk jenjang SMA.

Editor : Redaksi