Perkuat Reintegrasi Sosial, Lapas Cipinang Optimalkan Pembinaan Kepribadian Warga Binaan

Lapas Cipinang Optimalkan Pembinaan Kepribadian Warga Binaan
Lapas Cipinang Optimalkan Pembinaan Kepribadian Warga Binaan

JAKARTA - Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang laksanakan penguatan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan melalui kegiatan pengarahan di Aula Bina Insan, Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan guna mempersiapkan Warga Binaan menuju reintegrasi sosial.

Pengarahan pembinaan kepribadian tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas), Endi Budi Hernadi, yang menyampaikan pesan Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo.

Baca Juga: Siap Terima Pesanan, Warga Binaan Lapas Cipinang Hasilkan Mebel Kayu Berkualitas

Dalam arahannya ditegaskan bahwa pembinaan kepribadian merupakan pilar utama sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan internal, tetapi juga pemulihan fungsi sosial Warga Binaan.

“Pembinaan kepribadian adalah fondasi reintegrasi sosial. Warga Binaan tidak hanya harus siap secara fisik, tetapi juga secara mental, sikap, dan perilaku. Kesadaran, tanggung jawab, serta nilai moral yang ditanamkan selama masa pidana akan menentukan keberhasilan mereka ketika kembali ke masyarakat,” tegasnya,pada Rabu (21/1).

Program pembinaan kepribadian di Lapas Cipinang dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan melalui berbagai kegiatan, antara lain pembinaan keagamaan, konseling, penguatan wawasan kebangsaan, serta pembinaan mental dan sosial. Pendekatan ini diarahkan untuk membentuk disiplin, empati, dan kemampuan berinteraksi secara sehat dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga: Lapas Cipinang Gandeng Yayasan Ehipassiko Perkuat Layanan Kesehatan Warga Binaan

Staf pelaksana kegiatan Pembinaan Kepribadian, Kusdie Fauzan, menjelaskan bahwa Aula Bina Insan menjadi pusat kegiatan pembinaan harian bagi Warga Binaan dengan jadwal yang disusun secara sistematis.

“Setiap hari terdapat kegiatan pembinaan kepribadian sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Aula Bina Insan juga menjadi ruang pembelajaran yang terbuka, termasuk bagi kalangan akademisi yang melakukan penelitian dan kuliah kerja nyata, sehingga pembinaan berlangsung dinamis dan berbasis penguatan nilai,” jelasnya.

Kegiatan pembinaan tersebut turut mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Salah satu mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Nur Istibsyaroh, menilai pembinaan kepribadian di Lapas Cipinang berjalan sistematis dan humanis.

Baca Juga: Perkuat Budaya Literasi, Lapas Cipinang Optimalkan Perpustakaan

“Kami melihat pembinaan kepribadian di sini tidak bersifat formalitas, tetapi benar-benar diarahkan untuk membentuk kesadaran dan sikap Warga Binaan. Pendekatan seperti ini sangat penting untuk mendukung proses reintegrasi sosial dan patut menjadi contoh,” ungkapnya.

Melalui penguatan pembinaan kepribadian ini, Lapas Cipinang menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang humanis, terukur, dan berorientasi hasil sebagai bekal Warga Binaan menuju reintegrasi sosial yang berhasil. Upaya ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA, dalam memastikan setiap Warga Binaan memperoleh pembinaan yang komprehensif dan berkelanjutan untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.

Editor : Redaksi