Soroti Aplikasi Sirekap, PSI Klaim Memperoleh 6 Kursi DPRD Surabaya

Erick Komala
Erick Komala

Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua DPD PSI Surabaya Erick Komala mengatakan, rekapitulasi suara pemilu 2024 dibeberapa kecamatan Kota Pahlawan banyak menuai kendala. 

"Saya juga sudah banyak keliling di beberapa Kecamatan se Surabaya, memang banyak kendala yang terjadi, seperti banyak petugas PPK yang menunggu atau memulai rekapitulasi ketika Aplikasi Sirekap sudah penuh 100 persen," beber Erick melalui keterangannya, yang diterima Senin (19/2).

Baca Juga: Temui Massa AMPD, Kapolres Situbondo: Tugas Polri Mengamankan Seluruh Tahapan Pemilu 

Selain itu, Erick menyebut Aplikasi SIREKAP menjadi acuan perhitungan suara bukan berdasarkan dari hasil C1.

"Artinya mereka menjadikan Aplikasi Sirekap menjadi acuan, buka C satu hasil," ungkap Caleg PSI DPRD Provinsi Jawa Timur, daerah Pemilihan Surabaya

Erick menekankan, rekapitulasi suara harus didasarkan dari C1 hasil perhitungan suara di setiap TPS bukan mengacu Aplikasi Sirekap 

Pasalnya sebut Erick, Sirekap hanya sebagai alat bantu transparasi bagi masyarakat umum untuk melihat hasil perhitungan.

"Kami PSI Kota surabaya sudah mempersiapkan saksi kurang lebih sebanyak 125 orang untuk mengawal suara di setiap Kecamatan,” papar Erick

Baca Juga: Tim Relawan Prabowo Mania Jatim Laporkan Dugaan Penggelembungan Suara

"Target kursi yang telah di patok oleh Partai PSI Kota Surabaya dari hasil C1 hasil yang didapat dari saksi TPS adalah untuk kursi DPRD Kota Surabaya optimis bisa mendapatkan 7 Kursi, Sedangkan untuk DPRD Provinsi Jawa Timur bisa mendapaatkan 1 Kursi dan DPR RI juga 1 kursi,” ujar Erick Komala.

Erick memaparkan, berdasarkan perhitungan internal, PSI baru mencapai 70% sekaligus memastikan memperoleh 5 kursi di DPRD Kota Surabaya, masing - masing 1 kursi disetiap dapil dan mendekati 6 kursi. 

Maka dari itu, Pemilu 2024 ini PSI berharap memperoleh 7 kursi untuk DPRD Kota Surabaya.

Baca Juga: Pengakuan Agoeng Prasodjo Soal Dirinya Lolos dari Kutukan Partai Golkar

"Kursi ke 6 dan 7 ini berada di dapil 3 dan 5," jelas Erick.

Menyikapi perhitungan suara ulang atau PSU disejumlah TPS, ia meminta agar penyelengara dan pengawas benar - benar mengawasi, mengawal dan memperhatikan proses PSU ini karena rawan kecurangan.

"Banyak kecurangan, jadi harus diawasi dikawal dan memperhatikan proses PSU," tandasnya.

Editor : Redaksi