SURABAYA - Kepala BPBD Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengatakan sekitar 80 personel gabungan diterjunkan untuk menyisir lokasi pencarian balita berusia 3,5 tahun yang hanyut di saluran Jalan Babatan Wiyung.
Tim gabung melibatkan Basarnas, BPBD Surabaya, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, serta relawan. Mereka telah memperluas area pencarian hingga radius 5 kilometer dari titik terakhir korban terlihat.
Baca Juga: Cegah Insiden Serupa, DPRD Surabaya Minta Penutupan Saluran Air Terbuka
"Selain penyisiran darat, pencarian juga dilakukan melalui udara menggunakan drone. Kami terus mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai untuk segera melapor jika menemukan sesuatu yang mencurigakan," ujar Hebi, Kamis (26/12).
Hebi menambahkan, warga yang memiliki informasi terkait kejadian ini diharapkan segera melapor melalui Command Center 112.
"Informasi sekecil apa pun sangat berarti bagi kami untuk mempercepat proses pencarian," tambahnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Buyung Hidayat, memaparkan pencarian telah dilakukan sejak hari pertama kejadian pada Selasa (24/12).
Baca Juga: Terseret Arus di Selokan Wiyung, Jasad Balita 3,5 Tahun Ditemukan Petugas Gabungan
Ia menyampaikan, untuk mempercepat proses, DSDABM Kota Surabaya juga telah menambah satu unit alat berat di sekitar SMPN 34 Surabaya untuk membersihkan eceng gondok yang menghambat.
"Kami memastikan semua tim bergerak sesuai dengan protokol pencarian dan keselamatan. Harapannya, korban bisa segera ditemukan," pungkas Buyung.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Kota Surabaya, Didit Arie Ristandy, mengungkapkan, upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal. Namun, hingga kini, balita yang diketahui berinisial R belum berhasil ditemukan.
Baca Juga: DPRD Dorong Pemkot Surabaya Tutup Saluran Gorong-Gorong Berbahaya dan Maksimalkan Pencarian Balita
Didit menyampaikan bahwa pencarian akan dilanjutkan pada hari keempat dengan menggelar operasi besar. Operasi ini akan melibatkan Basarnas bersama TNI/Polri, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, BPBD Jatim, serta sejumlah relawan.
“Untuk hasil hari ini, teman-teman di lapangan sudah bekerja keras melakukan pencarian secara maksimal. Namun, hasilnya masih nihil. Belum ada tanda-tanda keberadaan korban,” ujar Didit usai evaluasi pencarian.
Editor : Redaksi