KOTA MALANG – Mohammad Bisri Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, sekaligus Rektor Universitas Brawijaya periode 2014-2018 merespons positif program seleksi penerimaan anggota Polri dari kalangan hafiz Al-Qur’an.
Ia optimis jika santri ataupun hafiz Al-Qur’an menjadi anggota Polri dapat membawa manfaat besar bagi institusi kepolisian dan masyarakat luas. Sebab ia memiliki pengalaman panjang dalam mencetak santri dan para penghafal Al-Qur’an.
Baca Juga: Kapolri dan Jaksa Agung Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum, Pastikan Soliditas Institusi
"Para hafidz Al-Qur’an adalah individu yang telah ditempa dengan kedisiplinan, kesabaran, serta nilai-nilai luhur Islam," ujarnya, Sabtu (22/2).
Baca Juga: HUT Bhayangkara ke-80, Hengki Giantoro: Sinergi dan Pengabdian untuk Masyarakat Harus Terus Dijaga
Bisri menilai kehadiran hafiz Al-Qur’an dalam tubuh Polri dapat memperkuat karakter kepribadian yang jujur, amanah, dan berakhlak mulia di lingkungan kepolisian.
Hal ini sejalan dengan visi Polri dalam membangun institusi yang profesional, modern, dan terpercaya.
Baca Juga: Kunci Sukses Ungkap Kasus Kriminal ala Sigit Dwi Susanto: Kerja Bersama Tanpa Ego
“Saya berharap seleksi ini bisa berjalan dengan baik, dan para hafidz yang terpilih dapat memberikan kontribusi besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan pendekatan yang humanis serta berlandaskan nilai-nilai keislaman,” tambahnya.
Editor : Redaksi