Cak Ghoni: Kekuatan Pangan Mandiri Nasional jadi Jargon Kampanye Ganjar- Mahfud

Cak Ghoni saat sosialisasi Ganjar-Mahfud
Cak Ghoni saat sosialisasi Ganjar-Mahfud

SURABAYA,Tikta.id - Tim pemenangan nasional (TPN) Ganjar-Mahfud mengedepankan kolektif rakyat bersama kemajuan dan kemakmuran bersama rakyat Indonesia.

Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud Hasto Kristiyanto Hasto menyatakan, konsepsi Ganjar Pranowo berbasis kekuatan kolektif rakyat dan daya unggul kaum muda Indonesia. 

Baca Juga: Cak Ghoni Bersama Warga Kenjeran Gunakan Hak Pilihnya di TPS 001

Hal itu sebagai kekuatan progresif untuk membangun kekuatan pertahanan negara yang disegani di dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Terkait hal ini, caleg incumbent PDI Perjuangan Dapil Surabaya 3, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am atau Cak Ghoni mengatakan, tema kampanye capres-cawapres Ganjar-Mahfud sangat realistis dengan situasi dan kondisi masyarakat saat ini.

“Kami sebagai kader di daerah akan membumikan slogan kampanye Ganjar-Mahfud di basis-basis kantong suara di Dapil 3 Surabaya, terutama di wilayah Bulak Kenjeran,” kata Cak Ghoni, Senin (8/1).

Ia menjelaskan, Ganjar dengan gaya blusukan dan tinggal di rumah rakyat mampu mengangkat konsepsi yang membumi, utamanya pertahanan dan keamanan yang semakin kuat bila kesejahteraan wong cilik menjadi prioritas.

Baca Juga: Mustasyar PWNU DIY Gelar Doa Bersama

“Kerja rakyat untuk kesejahteraan wong cilik, dengan membantu secara riil apa yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat ketika kita turun ke bawah,” tutur Cak Ghoni yang juga anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya ini.

Disisi lain, kata Abdul Ghoni juga mendorong pengembangan usaha bagi muda sehingga menjadi salah satu prioritas dari pemberdayaan ekonomi mikro di daerah-daerah.

Misalnya kata Cak Ghoni, pengusaha muda yang sedang viral dengan brand Nasi Karrage nya di daerah Kenjeran yang bisa didorong untuk lebih dikembangkan lagi.

Baca Juga: Bamusi, Ajak LDII Bangun Surabaya Menjadi Kota Baldatun Thayyibatun Warubbun Ghofur

“Saya sempat ke stand Nasi Karrage, dari display produknya cukup menarik konsumen. Hal yang seperti ini yang kita berdayakan,” ungkapnya.

Namun, jelas Abdul Ghoni, jika ada anak muda yang kesulitan permodalan dalam mengembangkan usahanya, Pemkot Surabaya memiliki BPR SAU yang konsen terhadap pengembangan UMKM di Surabaya.

“Dari sini kita bantu link ke Pemkot Surabaya untuk bisa akses pinjaman ke BPR SAU.” pungkasnya.

Editor : Redaksi