Warrior Toughness Course, Wujudkan Prajurit Jalasena Berkarakter

Warrior Toughness Course Tahun 2024
Warrior Toughness Course Tahun 2024

SURABAYA,Titka.id - Prajurit TNI AL tidak dituntut profesional, modern, tangguh, tidak hanya memiliki fisik yang kuat. Tapi juga harus kuat mental dan emosional.

Begitu sambutan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali yang dibacakan Komandan Kodiklatal (Dankodiklatal) Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah pada saat acara pembukaan Warrior Toughness Course Tahun 2024.

Baca Juga: Jaga Soliditas TNI-POLRI, Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah "Motoran Bareng" Masyarakat 

Warrior Toughness Course Tahun 2024 diikuti 100 Personel TNI Angkatan Laut dari Wilayah Surabaya, di Gedung Sudomo JOPR Kodiklatal, Bumimoro Surabaya pada Jumat (19/1.

“Penyelenggaraan Warrior Toughness Course Tahun 2024, merupakan wujud investasi nyata dalam mencetak Prajurit TNI Angkatan Laut yang profesional, modern dan tangguh yang tidak hanya memiliki kekuatan fisik, tetapi juga ketahanan mental dan emosional. Hal tersebut dilakukan dengan menggabungkan keterampilan psikologi kinerja dilengkapi pengembangan karakter dan mengajarkan pola pikir prajurit yang bermental baja.” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, keberanian, ketahanan dan kemampuan untuk mengatasi tekanan adalah bagian penting di tengah dinamika tugas yang semakin kompleks.  

Baca Juga: Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah Sandang Brevet Hiu Kencana

Kursus ini tambahnya merupakan salah satu langkah konkret yang di ambil untuk memastikan Prajurit Jalasena tidak hanya siap menghadapi tantangan fisik tetapi juga memiliki kesiapan mental yang tinggi.

“TNI Angkatan Laut berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan potensi setiap Prajurit Jalasena. Saya berharap Kursus ini dapat dijadikan pembelajaran yang memotivasi dan menginspirasi bagi peserta untuk menjadi Prajurit TNI Angkatan Laut yang tangguh, ”ujar Kasal dalam sambutannya.

Sementara itu, dalam laporan kesiapannya Kadisbintalal Brigjen TNI Marinir Sandy Muchjidin Latief mengatakan, kegiatan ini akan dilaksanakan di empat lokasi berbeda yakni Jakarta, Sorong, Batam dan Surabaya yang dihadiri para personel TNI AL, dengan menghadirkan Instruktur Capt. David Yang dan LCDR Leotra Lorel dari US Navy Chaplain. 

Baca Juga: Evi Shopia Indra Subiyanto Dikukuhkan Sebagai Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI

“Warrior Toughness Course diharapkan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dibidang ketahanan fisik dan mental, ketangguhan serta kemampuan mengatasi tantangan dengan sukses. Disamping itu juga sebagai upaya meningkatkan hubungan baik antara TNI AL (Disbintalal) dengan US Navy Chaplain, sekaligus sebagai kelanjutan kegiatan Asia Pacific Chaplain Symposium di Bali pada tanggal 30 Mei hingga 1 Juni 2023 yang lalu,” ungkap Kadisbintalal.

Sebelum mengikuti pembukaan Warrior Toughness Course Tahun 2024 yang mengusung tema, “Mewujudkan Prajurit Jalasena Samudera Bermental Tangguh Melalui Penguatan Olah Pikir, Jasmani dan Rohani”, di Gedung Sudomo JOPR Kodiklatal, Kadisbintalal Brigjen TNI Marinir Sandy Muchjidin Latief terlebih dahulu melaksanakan Courtesy Call ke Dankodiklatal Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah di Lobi VIP Mako Kodiklatal.

Editor : Redaksi