Komisi D Sambut Program Aisyiyah, Siap Jembatani Kerja Sama dengan Dinas Terkait

Audensi PD Aisyiyah di Komisi D DPRD Surabaya
Audensi PD Aisyiyah di Komisi D DPRD Surabaya

SURABAYA – Komisi D DPRD Kota Surabaya menerima audiensi dari Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah Surabaya, pada Kamis (28/8), guna menyampaikan sejumlah program kerja untuk disinergikan dengan program-program Pemerintah Kota Surabaya.

Dalam hal ini, dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan (Dispendik), Dinas Sosial (Dinsos), dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3PPKB).

Baca Juga: Kritik Keras DPRD Surabaya: Dinas Pendidikan Dinilai Birokratis dan Tak Responsif

Sekretaris PD Aisyiyah Surabaya, Sofifah, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki empat majelis yang siap bekerja sama dengan dinas terkait, meliputi bidang kesehatan, sosial, pendidikan, dan hukum.

“Program-program yang kami bawa sejalan dengan kebutuhan Kota Surabaya. Karena itu, dinas-dinas terkait sangat terbuka menerima masukan kami. Harapannya, kerja sama ini bisa membantu menuntaskan berbagai persoalan kota,” ujarnya, pada Jumat (29/8).

Sofifah mencontohkan, di bidang pendidikan Aisyiyah memiliki jaringan sekolah TK yang bisa dikembangkan bersama program parenting dari Dinas Pendidikan. Di bidang kesehatan, program pemberantasan TBC, pencegahan stunting, serta edukasi pernikahan dini siap dikolaborasikan dengan Dinas Kesehatan.

Baca Juga: Dukung Putusan MK, Surabaya Genjot Pembangunan SMP Negeri

Untuk sektor sosial, Aisyiyah menawarkan kerja sama terkait pengelolaan panti asuhan, pemberian identitas anak-anak yang belum tercatat di Dispendukcapil, hingga pembinaan lansia melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial Usia Lanjut (LKSU).

“Kami memiliki sumber daya manusia, tapi terbatas dalam hal pendanaan. Karena itu kami berharap dukungan dari Komisi D agar kerja sama ini bisa berkelanjutan, baik dari sisi tenaga maupun fasilitasi,” imbuh Sofifah.

Sementara itu, Zuhrotul Mar'ah anggota Komisi D DPRD Surabaya menegaskan bahwa pentingnya MoU antara Aisyiyah dan Pemkot. Menurutnya, banyak program Aisyiyah yang sejalan dengan dinas terkait, khususnya di bidang kesehatan dan pemberdayaan perempuan. 

Baca Juga: Aktivis Muda dari Pesisir Surabaya Tuangkan Perjuangan Hidup dalam Buku

Ia mencontohkan pengalaman Aisyiyah dalam program TB Care yang melibatkan kader-kader PMO (Pendamping Minum Obat). 

“Surabaya ini tidak bisa dibangun sendirian, perlu kolaborasi semua pihak. Dengan MoU, sinergi Aisyiyah dan Pemkot bisa lebih berkelanjutan dan tidak berhenti hanya di audiensi,” tandasnya legislator asal PAN.

Editor : Redaksi