JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas langkah cepat dan empati yang ditunjukkan dalam menangani insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Menurutnya, Polri tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga memberikan pelayanan dan pendampingan kepada para korban.
“Saya juga terima kasih kepada Kapolri dan seluruh jajaran Polri yang juga telah melakukan langkah-langkah yang nyata. Baik dalam rangka penegakan hukumnya maupun juga dalam rangka memberikan layanan kepada teman-teman kita yang jadi korban,” ujar Gus Ipul, Senin (10/11)
Baca Juga: Ratusan Warga Pemalang Naik Kelas Sanggup Atasi Kesulitan Ekonomi
Gus Ipul menuturkan, kehadiran Polri di lokasi kejadian maupun di rumah sakit menunjukkan kepedulian yang tinggi. Polisi, kata dia, turut mendampingi para korban, mengirim tenaga medis dan psikolog, hingga membantu pembenahan fasilitas sekolah pascaledakan.
“Mulai mengirim dokter, mengirim psikolog, melakukan pendampingan-pendampingan, yang itu semua tentu sangat membantu. Jadi saya apresiasi Pak Kapolri dan seluruh jajaran, termasuk segera merehabilitasi masjid yang ada di SMA 72,” jelasnya.
Baca Juga: Gus Ipul Pastikan Kebijakan PPN 12% Disertai Stimulus Sosial Rp38 Triliun
Selain mengapresiasi peran Polri, Gus Ipul juga memuji pelayanan di RS Islam Cempaka Putih yang menjadi tempat perawatan sejumlah korban. Ia menilai penanganan medis terhadap korban dilakukan secara profesional.
“Saya ingin sampaikan bahwa pelayanan di rumah sakit ini sangat bagus. Ditangani secara profesional, dokter-dokternya juga telah berbagi tugas dengan baik. Untuk itu, saya apresiasi pelayanan di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih ini,” kata Gus Ipul.
Baca Juga: DWP Kemensos Berikan Bantuan kepada 126 Penyandang Disabilitas dan Anak Berkebutuhan Khusus
Diketahui, peristiwa ledakan terjadi pada Jumat (7/11) saat khotbah salat Jumat berlangsung di SMAN 72 Kelapa Gading. Sebanyak 96 orang menjadi korban dalam insiden tersebut, dengan 29 orang di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Editor : Redaksi