Apel Khusus Nataru, Wadan Puspenerbal: Utamakan Keselamatan Selama Dinas Cuti Nataru

Apel Khusus Nataru
Apel Khusus Nataru

SIDOARJO - Wakil Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Wadan Puspenerbal), Laksma TNI Catur Nur Ardiantoro menegaskan personel Puspenerbal mengutamakan keselamatan dalam menjalankan Dinas Cuti pada Apel Khusus menjelang pelaksanaan Dinas Cuti Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

"Utamakan keselamatan selama melaksanakan dinas cuti, hindari segala bentuk aktivitas yang berisiko tinggi, baik saat dinas maupun di luar dinas. Ingat, satu kelalaian kecil dapat berdampak besar bagi diri, keluarga dan satuan," terang Wadan Puspenerbal, Rabu (24/12).

Baca Juga: TNI AL Salurkan Bantuan Logistik Melalui Udara untuk Korban Bencana di Takengon, Aceh

Wadan juga menekankan personelnya untuk menghindari pelanggaran dan menjaga nama baik Puspenerbal, mematuhi aturan kedinasan, hukum dan norma yang berlaku. 

"Jangan terlibat dalam pelanggaran, penyalahgunaan narkoba, konsumsi miras, perjudian, maupun tindakan yang mencederai kehormatan prajurit." tegasnya.

Walaupun dalam suasana libur, lanjutnya, unsur dan personel yang ditugaskan siaga wajib menjaga kesiapan alutsista, personel, dan pelayanan Penerbangan. Penerbangan TNI AL harus selalu siap digerakkan kapan pun dibutuhkan negara.

Baca Juga: PLN UP3 Metro Perkuat Kolaborasi Jelang Pengamanan Nataru

Dibidang pengamanan personel dan materiel, Wadan mengingatkan personel jaga, meningkatkan keamanan pangkalan, hanggar, pesawat udara, serta perlengkapan pendukung lainnya. 

"Laksanakan prosedur pengamanan sesuai ketentuan yang berlaku. Kondisi kantor selalu aman, cek jaga gedung serta matikan aliran listrik dan air yang tidak digunakan," ingatnya.

Selain itu, bijak dalam bermedia sosial menjadi materi yang disinggung Wadan agar personel bijak menggunakan media sosial secara cerdas dan bertanggung jawab. 

Baca Juga: Hari Ibu Jalasenastri Gabungan Puspenerbal Gelar Lomba Fashion Show Daur Ulang dan Bazar

Ia mengimbau hindari unggahan yang bersifat provokatif, sara, pamer berlebihan, ataupun yang mengandung informasi kedinasan yang sensitif.

"Jadikan momen libur Nataru sebagai waktu untuk mempererat kebersamaan keluarga, meningkatkan keimanan, serta mengisi kembali semangat pengabdian sebagai prajurit matra laut," pungkasnya.

Editor : Redaksi