Ketua DPD PKS Pemalang Minta Pemkab Bangun Kios Darurat Pasca Kebakaran Lapak Pedagang Pakaian

puing-puing pasar pagi usai dilalap api
puing-puing pasar pagi usai dilalap api

PEMALANG - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pemalang Priwantoro meminta kepada Pemkab untuk segera membangun kios darurat bagi ratusan korban kebakaran lapak pakaian di komplek pasar pagi, pada Selasa malam (23/12).

Hal ini ditegaskan Priwantoro di tengah kunjungannya di lokasi kebakaran pada Kamis (25/12)

Baca Juga: PKS Pemalang Konsisten Syiarkan Semangat Ramadan Lewat Pawai Tarhib dan Aksi Kemanusiaan

"Kami ikut prihatin dengan Insiden kebakaran yang menimpa saudara-saudara kita para pedagang,dimana banyak yang kehilangan barang dagangannya karena ludes terbakar," tutur Priwantoro.

Ia berharap Pemkab cepat tanggap penangangan pasca insiden kebakaran yang menghanguskan sekitar 120 kios pakaian dan beberapa bangunan ruko,

Baca Juga: Peduli Bencana Banjir, PKS Pemalang Bagikan Ratusan Nasi Bungkus Bagi Warga Terdampak

"Sebentar lagi memasuki bulan puasa dimana momentum setahun sekali ini sangar diharapkan para pedagang pakaian, terlebih bagi para korban kebakaran kios baju di komplek pasar pagi ini, paling tidak pemerintah daerah bisa mengupayakan pendirian lapak darurat bagi ratusan pedagang yang kehilangan kiosnya karena terbakar," tutupnya.

Terpisah,Abu khaeri (60) seorang pedagang yang kehilangan kiosnya akibat kebakaran tersebut, saat ditemui di lokasi kebakaran mengaku sudah tidak punya apa-apa lagi terkait dagangannya,

Baca Juga: Anggota DPR RI Rizal Bawazier Targetkan Kemenangan PKS Pada Pemilu Mendatang

"Saya menderita kerugian sekitar 100 juta lebih satu lembar pakaianpun tidak bisa diselamatkan, saya berharap lapak kita di bangun lagi biar bisa berjualan lagi. Ini usaha kami sementara nanti mau ke DPR
teman - taman pedagang mauakan mengadukan" tuturnya.

Dari beberapa pedagang korban kebakaran lapak pakaian, mereka mengaku mendapat undangan dari Diskoperindag kabupaten Pemalang, terkait dengan musibah kebakaran tersebut. 

Editor : Redaksi