PEMALANG – Musim kemarau panjang yang bikin tanah retak dan sumur warga berubah jadi debu tidak menyurutkan harapan hidup di beberapa sudut selatan Kabupaten Pemalang.
Di tengah status darurat kekeringan yang melanda 30 desa, ada kisah penyemangat yang datang dari gemercik air jernih di Desa Kuta, Kecamatan Belik dan mata air Lungsir di Desa Karangsari, Kecamatan Pulosari.
Baca Juga: Diduga Produksi Sinte Rumah di Petarukan Pemalang Digeledah Polisi Dua Orang Diamankan
Dua wilayah ini mendadak jadi pusat perhatian sekaligus oase paling dicari. Saat daerah lain harus menunggu mobil tangki bantuan datang mengantre berjam-jam, aliran air dari celah bebatuan dan akar pohon di Kuta dan Karangsari seolah tak kenal kata surut.
Debit Air yang Menolak MenyerahDi Desa Karangsari, Kecamatan Pulosari, sumber mata air Lungsir berdiri kokoh di tepi jalan raya. Tempat ini menjadi saksi isu bagaimana puluhan jerigen dan mobil pengangkut bolak-balik mengisi kehidupan setiap hari.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, Agus Ikmalludin, mengatakan bahwa dari dua mata air tersebut, pihaknya sudah mendistribusikan air bersih ke beberapa titik krisis air bersih sebanyak 2.058.000 liter.
Baca Juga: Rizal Bawazier: Kota Pemalang, Pekalongan, dan Batang Harus Bersih dari Outlet Miras
"Selama ini pengambilan dari dua mata air di Kuta dan Karangsari berjalan lancar tidak mengalami kendala. Angka sebesar itu untuk dropping dari tanggal 24 Juni sampai dengan 27 Juli 2026. Satu hari rata-rata bisa mencapai 25 rit," jelas Agus pada Rabu (29/7).
BPBD Pemalang memprediksi kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan di berbagai wilayah di Kabupaten Pemalang akan berlangsung hingga Oktober nanti.
Kepala BPBD Pemalang menegaskan bahwa penanaman dan pemeliharaan pohon secara rutin adalah kunci utama untuk menyelamatkan wilayah dari bencana kekeringan jangka panjang.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Terjang Pemalang Selatan, Robohkan Pohon Besar dan Bangunan
Langkah hijau ini berfungsi menjaga cadangan air tanah dan memperbaiki ekosistem alam."Akar berfungsi menyerap dan menyimpan air hujan di dalam tanah.
Perawatan berkelanjutan: menanam saja tidak cukup; warga wajib merawat pohon hingga tumbuh besar. Langkah ini mencegah krisis air bersih saat musim kemarau tiba. Kami mengajak masyarakat untuk aktif melakukan penghijauan di lahan kosong sekitar tempat tinggal," tutupnya.
Editor : Redaksi