Pengakuan Agoeng Prasodjo Soal Dirinya Lolos dari Kutukan Partai Golkar

Agoeng  Prasodjo (foto Instagram)
Agoeng Prasodjo (foto Instagram)

Surabaya,Tikta.id - Pemilu 2024, Politisi Partai Golkar Agoeng Prasodjo terpilih kembali ketiga kalinya secara berturut-turut menjadi anggota DPRD kota Surabaya periode 2024-2029.

Terpilihnya ketiga kalinya, Agoeng Prasodjo disebut sebagai pendobarak atau pemutus kutukan Partai Golkar. Pasalnya sejak Reformasi 1998 belum pernah caleg incumbent Partai Golkar di Surabaya terpilih tiga kali secara beruntun.

Saat dikonfirmasi, Agoeng pun blak-blakan buka rahasia terkait lolosnya dari kutukan partai Golkar itu. Ia mengaku, pada pemilu 2024  tidak pernah memakai jasa konsultan politik, akan tetapi lebih mengandalkan kinerja tim.

Agoeng menjelaskan, dia tidak memakai jasa konsultan politik karena sudah paham betul medan politik di daerah pemilihan (dapil) Surabaya IV.

"Saya tidak pernah pakai konsultan saya pegang sendiri, karena saya
tahu persis medan di Dapil 4, dimana wilayah itu betul-betul wilayah kami, punya kita. Tapi juga ada yang wilayahnya  sebenarnya itu macam-macam (beda karakteristik) gitu." ujar Agoeng, Minggu (17/3).

"Terus bagaimana strategi yang jelas saya tidak pernah pakai konsultan. Saya punya tim iya. Dan tim saya banyak sekali," tutur Agoeng.

Selain itu sebut Agoeng, dia menyiapkan ribuan saksi pada pelaksanan Pemilu 2024.
Saksi itu langsung di bawah garis koordinasi dengan dirinya.

"Saya kemarin (Pemilu 2024) siapkan 1030 saksi, saya pegang langsung berjalan di lapangan," papar Agoeng.

Selama dua priode menjabat sebagai DPRD Surabaya, lanjut Agoeng, dirinya kerap turun ke lapangan menyerap aspirasi warga.

Pun mencarikan solusi apa yang dikeluhkan oleh masyarakat. Kendati begitu ungkap Agoeng, turun ke lapangan bukan suatu modal utama. Namun finishing-nya harus bisa menyenangkan hati masyarakat.

"Saya berpesan juga sama teman-teman saya di Partai Golkar, ketika kita jadi anggota DPR turun betul-betul real menjadi seorang Wakil Rakyat. Iya itu kita harus turun, itu pun bukan modal utama ternyata di pemilu 2024." urai Agoeng.

"Jadi harus turun memberikan atensi memberikan pendampingan di masyarakat. Tapi pasti diujungnya harus ada finishing-nya, harus bisa betul-betul mengena di masyarakat," beber Agoeng.

Baca Juga: Sidak Parkir Liar Walikota Eri, Komisi B: Urai Benang Kusut Merosotnya PAD di Sektor Pajak 

Editor : Redaksi