Tikta.id - Wakil Walikota Surabaya Armuji mengatakan, konflik terkait iuran sekolah Petra Manyar Surabaya dan 3 RW Komplek Perumahan Tompotika berakhir damai setelah di mediasi oleh Pemkot di Balaikota Surabaya.
Mediasi mengundang mengundang RW Manyar Tompotika, Kelurahan Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo, Dinas Perhubungan, Pihak Sekolah Petra, Kepolisian Sektor Sukolilo hingga Komisi C DPRD Kota Surabaya.
Baca Juga: Normalisasi Sungai Kalianak Tuai Penolakan, 1.600 Jiwa Terdampak
Melalui keterangannya yang diterima, Rabu (8/8) Cak Ji menjelaskan, Sekolah Petra Manyar tidak lagi membayar iuran senilai Rp 32 juta ke bendahara keamanan RW, diganti dengan penyaluran CSR untuk pembersihan lingkungan sekitar, serta bantuan keamanan.
"Semakin maju kota Surabaya menambah tinggi potensi konflik sosial di kota pahlawan sehingga membutuhkan respon cepat, terbuka dan akomodatif bagi masyarakat." tutur Cak Ji.
Baca Juga: Warga Tambak Asri "Melawan" Normalisasi Jilid 2: Jangan Tandai Rumah Kami Tanpa Dasar Hukum!
"Orang surabaya itu ibarat Udeng , tegas dan gamblang ramai didepan lalu saat dicarikan solusi duduk bersama selesai ya selesai,“ katanya.
Dirinya juga berharap, tidak terulang lagi masalah seperti ini karena akan merugikan kepentingan sesama warga kota Surabaya sendiri.
Baca Juga: Ratusan Rumah di RT 09 RW 06 Terancam Ditandai, Warga Minta Penundaan Normalisasi
Oleh karena itu dirinya selalu cepat memberikan respon terhadap sebuah keluhan sehingga tidak berlarut - larut.
"Ojok sampek kejadian maneh , kalau ada kurang pas nya disampaikan didepan sebagai sarana untuk kita supaya introspeks," demikian Cak Ji
Editor : Redaksi