SURABAYA – Johari Mustawan turut menghadiri kegiatan Posyandu Keluarga yang berlangsung di RW 3, Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, beberapa waktu lalu.
Program ini merupakan salah satu inisiatif Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memberikan pelayanan kesehatan berbasis RW.
Baca Juga: Bupati Eman Sebut PKK hingga Posyandu Turut Andil Bentuk SDM Sejak Usia Dini
"Kami mengapresiasi program ini karena dapat memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat berbasis RW," ujar Johari, yang akrab disapa Bang Jo.
Johari menegaskan pentingnya monitoring dalam pelaksanaan program Posyandu Keluarga agar keberlangsungannya dapat terjaga.
"Monitoring perlu dilakukan agar pelaksanaannya bisa berkelanjutan dan rutin," jelasnya.
Lebih lanjut, Johari menyarankan adanya kolaborasi antara Posyandu Keluarga dan puskesmas untuk memastikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal.
Baca Juga: Ketua TP PKK Majalengka, Iim Maemunah Terus Lakukan Pembinaan Posyandu
"Dengan kolaborasi ini, pemantauan dan pemberian pelayanan kesehatan bagi lansia, balita, hingga dewasa dapat dilakukan di Posyandu Keluarga tanpa harus ke puskesmas," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Johari juga berpesan kepada warga, pengurus RW, dan Kader Surabaya Hebat (KSH) untuk bersama-sama menyukseskan program ini.
"Dinas Kesehatan dengan dukungan pengurus RW dan KSH diharapkan dapat menjalankan program ini secara maksimal. Harapannya, program ini dapat meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Surabaya," ujar Johari.
Baca Juga: Ladies Program Munas APEKSI Bahas Integrasi Posyandu, Berbagi Strategi dan Usulan
Di akhir pernyataannya, Johari meminta Pemkot Surabaya untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Posyandu Keluarga, terutama bagi RW yang memiliki keterbatasan ruang dan sumber daya manusia (SDM).
"Kami berharap Pemkot dapat memberikan support, khususnya untuk RW dengan keterbatasan tersebut,"pungkasnya.
Editor : Redaksi